Pemerintah tengah menyiapkan langkah penanganan melalui koordinasi lintas kementerian untuk menjaga keberlangsungan usaha perajin tahu dan tempe.
"Harga kedelai sekarang saya cek di kisaran Rp13.200-an, dari sebelumnya Rp12.000 per kilogram. Tadi kami sudah berkomunikasi dengan Kemenko Pangan agar secepatnya diadakan rapat koordinasi," ujar Budi saat ditemui di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Kenaikan harga kedelai tidak terlepas dari tingginya ketergantungan Indonesia terhadap pasokan luar negeri. Data neraca pangan Bapanas menunjukkan kebutuhan kedelai nasional mencapai sekitar 2,7 juta ton per tahun, dengan lebih dari 90% kebutuhan tersebut dipenuhi melalui impor.
Kondisi tersebut membuat harga kedelai di dalam negeri rentan terhadap berbagai faktor eksternal, seperti konflik geopolitik global, penguatan dolar Amerika Serikat, hingga kenaikan harga minyak dunia yang berdampak terhadap biaya logistik dan pengiriman internasional.
Budi mengatakan pemerintah juga mengkaji kemungkinan kembali menerapkan skema bantuan selisih harga komoditas impor yang pernah diberikan sebelumnya. Skema tersebut dapat menjadi salah satu langkah untuk menekan dampak kenaikan harga kedelai akibat gejolak geopolitik global.