Menteri KKP Ungkap Harga Benih Lobster di Indonesia Rp8.000, Vietnam Bisa Rp 50.000

Tangguh Yudha, Jurnalis
Senin 12 Oktober 2026 16:27 WIB
Menteri KKP Wahyu (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengungkap adanya disparitas harga benih bening lobster (BBL) yang cukup besar antara Indonesia dan Vietnam. Ia menyebut, harga benih lobster di tingkat nelayan Indonesia dengan Vietnam punya selisih hingga Rp26.500.

"Jadi kalau kalau di tingkat nelayan itu harganya kira-kira sekitar Rp8.500 per ekor, sementara di Vietnam itu kalau lagi rame sekali itu Rp35.000 rupiah kalau dirupiahkan," jelas Trenggono dalam Kick-Off Satgas P2BBL yang digelar pada Senin (12/10/2026).

Menurutnya, perbedaan harga tersebut menunjukkan tingginya nilai ekonomi benih lobster Indonesia di pasar luar negeri, terutama Vietnam yang memiliki industri budidaya lobster dalam skala besar. Ia pun menekankan pentingnya pengawasan terhadap penyelundupan BBL untuk mendongkrak disparitas harga tersebut.

"Tapi kalau ini nanti dikencengin mestinya di atas, jadi antara Rp35.000 sampai Rp50.000 rupiah. Tapi kalau ini dikencengin, kosong (penyelundupan), bisa jadi sampai Rp100.000 per ekornya," paparnya.

Trenggono menjelaskan, Vietnam memiliki jumlah pembudidaya lobster yang sangat besar dan sangat bergantung pada pasokan benih dari Indonesia. Kondisi tersebut membuat permintaan BBL dari Indonesia tetap tinggi.

"Jumlah pembudidaya di Vietnam sangat besar. Saya keliling di wilayah-wilayah budidaya di teluk-teluk di Vietnam, dan memang pembudidayaannya begitu sangat besar dan sangat tergantung sekali. Apabila itu dihentikan, nganggur semua itu," katanya.

Oleh karena itu, Trenggono berharap pemerintah Vietnam turut mengambil langkah serius untuk menghentikan praktik penyelundupan benih lobster. Ia juga mendorong kerja sama antarkedua negara agar perdagangan BBL dapat dilakukan melalui jalur legal.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya