Pemerintah Bakal Telusuri Aliran Dana dan Dalang Penyelundupan Benih Lobster

Tangguh Yudha, Jurnalis
Senin 12 Oktober 2026 16:57 WIB
Pemerintah soal Dalang Penyelundupan Benih Lobster (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Pemerintah akan menelusuri jaringan dan aliran dana penyelundupan benih bening lobster (BBL), termasuk membongkar pemodal serta pihak yang menjadi dalang di balik praktik ilegal tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memberantas jaringan penyelundupan yang selama ini beroperasi secara terorganisasi.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Dudung Abdurachman mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh unsur satuan tugas (satgas) untuk mengusut jaringan penyelundupan BBL secara menyeluruh, bukan hanya menindak pelaku di lapangan.

"Yang menjadi perhatian kita adalah penyelundupan BBL yang melibatkan jaringan terorganisasi. Karena itu saya telah menegaskan kepada seluruh unsur satgas untuk menerapkan pendekatan follow the network dan follow the man," kata Dudung dalam acara Kick-Off Satgas Pemberantasan Pengeluaran Benih Bening Lobster (P2BBL), Senin (12/10/2026).

Dudung menegaskan, penindakan terhadap penyelundupan BBL tidak boleh berhenti pada nelayan atau pelaku yang terlibat langsung di lapangan. Aparat juga harus mengungkap pihak-pihak yang membiayai dan mengendalikan aktivitas penyelundupan tersebut.

"Artinya kita harus mengungkap jaringan dan aliran dana termasuk pemodal serta pihak yang mengendalikan penyelundupan. Penanganan tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan atau para petani-petani atau nelayan sementara jaringan utamanya tetap beroperasi," ucapnya.

Menurut Dudung, pemerintah telah menetapkan tiga langkah utama dalam pemberantasan penyelundupan BBL. Ketiganya meliputi penguatan organisasi dan komando di lapangan, pemberantasan jaringan penyelundupan secara menyeluruh, serta penguatan pencegahan dan tata kelola BBL yang berkelanjutan.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya