Meski MSCI menilai ada disfungsi pasar dan penegakan aturan yang lemah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan komitmen pembenahan serta menjamin pasar domestik tetap menarik. Untuk membendung kejatuhan kurs, Bank Indonesia (BI) konsisten mengintervensi pasar via transaksi NDF di offshore, pasar spot, DNDF domestik, pembelian SBN di pasar sekunder, pengelolaan suku bunga pasar uang, hingga komunikasi intensif dengan pihak korporasi.
Menghadapi pekan depan, rupiah diperkirakan masih belum sanggup keluar dari tekanan. Fluktuasi kurs masih akan membayangi perdagangan mata uang.
"Sedangkan untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp18.020 - Rp18.070. Rekomendasi pergerakan ini mencerminkan tingginya volatilitas pasar," ujar Ibrahim.
(Taufik Fajar)