Biaya Kesehatan Meningkat, Kesiapan Finansial di Masa Tua Jadi Perhatian

Feby Novalius, Jurnalis
Jum'at 16 Oktober 2026 13:15 WIB
Biaya Kesehatan Meningkat, Kesiapan Finansial di Masa Tua Jadi Perhatian (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Kenaikan biaya kesehatan menjadi salah satu tantangan dalam mempersiapkan kondisi finansial pada masa tua. Ketika pendapatan mulai berkurang setelah memasuki masa pensiun, kebutuhan perawatan kesehatan justru berpotensi meningkat. 

Kondisi ini membuat perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk persiapan biaya kesehatan dan perlindungan finansial, semakin penting.

Inflasi medis di Indonesia diproyeksikan mencapai 17,8 persen pada 2026, jauh di atas proyeksi inflasi umum yang berada di kisaran 2,5 persen. Kenaikan tersebut berpotensi menambah beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki persiapan finansial memadai untuk menghadapi masa pensiun.

Tantangan ini juga berkaitan dengan kondisi generasi sandwich, yakni kelompok masyarakat usia produktif yang menanggung kebutuhan anak sekaligus membantu orang tua. Tanpa perencanaan keuangan yang memadai, tanggung jawab tersebut dapat memengaruhi kemampuan mereka menyiapkan kebutuhan hidup dan biaya kesehatan pada masa tua.

Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang dirujuk dalam materi perusahaan menyebutkan bahwa 33,98 persen keluarga di Indonesia hidup bersama lansia. 

Sementara itu, laporan Financial Mindset of Young Adults in Asia 2025 mencatat 88 persen anak muda Indonesia berusia 20-35 tahun ingin memiliki perlindungan finansial agar tidak menjadi beban keluarga pada masa tua.

Di tengah tantangan tersebut, perencanaan finansial sejak usia produktif dapat menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan ketika memasuki usia non-produktif. Persiapan ini dapat mencakup pengelolaan tabungan, dana darurat, biaya kesehatan, serta pemilihan instrumen perlindungan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Chief Customer Marketing Officer PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) Vivin Arbianti Gautama mengatakan, perubahan fase kehidupan perlu menjadi pertimbangan dalam perencanaan perlindungan finansial.

Menurut Vivin, persiapan sejak usia produktif dapat membantu masyarakat mengantisipasi kebutuhan pada masa tua sekaligus mengurangi risiko beban pembiayaan yang harus ditanggung keluarga.

“Perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga perlu dipersiapkan untuk menghadapi perubahan kebutuhan di setiap fase kehidupan,” kata Vivin, Jumat (16/10/2026).

 

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, Prudential Syariah menyiapkan asuransi jiwa syariah tradisional PRUCare 360 Syariah . Ini menyediakan perlindungan jiwa hingga peserta berusia 80 tahun, dengan manfaat yang berbeda sesuai fase usia dan ketentuan polis.

Chief Product and Health Officer Prudential Syariah Ika Meynita, menjelaskan bahwa asuransi ini  menyediakan manfaat Dana Usia Non-Produktif dengan nilai minimum sebesar 100 persen dari santunan asuransi. Dana ini dapat digunakan untuk menunjang biaya rawat inap atau pembedahan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada fase usia non-produktif, peserta juga dapat memperoleh santunan meninggal dunia sebesar 50 persen dari santunan asuransi serta manfaat akhir kepesertaan sesuai persyaratan polis. Asuransi ini juga menyediakan opsi penarikan sebagian dana nilai tunai untuk kebutuhan lain, dengan mengikuti ketentuan yang berlaku.

"Peserta tidak perlu menjalani proses underwriting ulang pada saat beralih ke fase usia non-produktif. Meski demikian, manfaat yang diterima tetap mengacu pada pilihan plan dan ketentuan polis," katanya.

Perencanaan masa tua pada akhirnya tidak hanya bergantung pada satu instrumen keuangan. Masyarakat perlu mempertimbangkan kondisi pendapatan, kebutuhan hidup, potensi kenaikan biaya kesehatan, serta tanggungan keluarga dalam menentukan strategi keuangan jangka panjang. Pemahaman terhadap manfaat, biaya, pengecualian, dan ketentuan produk perlindungan juga diperlukan sebelum mengambil keputusan.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya