Selain itu, Firman menyebut antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar melalui portal Perlinsos yang telah melampaui 600.000 orang setiap harinya.
Firman menambahkan, DEN juga telah menyampaikan hasil studi uji coba Perlinsos Digital di Provinsi Bali kepada Presiden Prabowo. Hasilnya menunjukkan bahwa digitalisasi mampu mengurangi kesalahan dalam penentuan penerima bantuan sosial.
Berdasarkan hasil uji coba tersebut, tingkat exclusion error atau kesalahan yang menyebabkan masyarakat berhak tidak menerima bantuan berhasil ditekan sebesar 24,1 persen. Sementara itu, inclusion error atau kesalahan pemberian bantuan kepada masyarakat yang tidak berhak juga tercatat menurun sebesar 4,1 persen.
"Jadi artinya digitalisasi perlinsos ini mampu membuat proses bansos lebih transparan dan juga lebih tepat sasaran," jelas Firman.
(Dani Jumadil Akhir)