Ini Proses Pencairan Bansos Transfer Tunai di November 2026

Tangguh Yudha, Jurnalis
Selasa 20 Oktober 2026 21:12 WIB
Ini Proses Pencairan Bansos Transfer Tunai di November 2026 (Foto: DEN/Okezone)
Share :

JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pemerintah akan meluncurkan program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital pada 10 November 2026. Luhut menjelaskan, melalui program ini, bantuan sosial atau bansos akan disalurkan dalam bentuk transfer tunai secara langsung kepada masyarakat yang berhak menerima bantuan.

"Tadi ada kita laporkan mengenai perlinsos yang akan di-roll out atau di-launching oleh Presiden pada tanggal 10 November," tegas Luhut usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Selasa (20/10/2026).

Menurut Luhut, penerapan Perlinsos Digital diharapkan dapat menciptakan sistem penyaluran bantuan sosial yang lebih adil, khususnya bagi masyarakat yang benar-benar berhak menerima bantuan pemerintah. Melalui skema tersebut, pemerintah juga akan mengalihkan mekanisme pemberian bantuan dari subsidi produk menjadi transfer uang tunai kepada penerima manfaat.

"Karena perlinsos ini akan memberikan keadilan kepada rakyat Indonesia yang berhak atau yang berhak untuk mendapat bantuan sosial dari pemerintah yang nanti akan diberikan dalam bentuk cash transfer. Jadi pemerintah pada ujungnya tidak memberikan subsidi kepada produk lagi," ucap Luhut.

Sementara itu, Anggota DEN Mochammad Firman Hidayat menambahkan, uji coba digitalisasi Perlinsos saat ini telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia, yakni sebanyak 514 kabupaten/kota.

Hingga 20 Oktober 2026, jumlah keluarga yang telah terdaftar dalam program tersebut mencapai 11,5 juta kepala keluarga (KK). Proses pendaftaran juga didukung oleh ratusan ribu agen Perlinsos yang membantu masyarakat mengakses program bantuan sosial.

"Per hari ini sudah ada 11,5 juta KK yang terdaftar dalam digitalisasi perlinsos program digitalisasi perlinsos. Dan ada 775.000 agen perlinsos yang akhirnya membantu pendaftaran warga-warga kita yang membutuhkan bantuan sosial," kata Firman.

 

Selain itu, Firman menyebut antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar melalui portal Perlinsos yang telah melampaui 600.000 orang setiap harinya.

Firman menambahkan, DEN juga telah menyampaikan hasil studi uji coba Perlinsos Digital di Provinsi Bali kepada Presiden Prabowo. Hasilnya menunjukkan bahwa digitalisasi mampu mengurangi kesalahan dalam penentuan penerima bantuan sosial.

Berdasarkan hasil uji coba tersebut, tingkat exclusion error atau kesalahan yang menyebabkan masyarakat berhak tidak menerima bantuan berhasil ditekan sebesar 24,1 persen. Sementara itu, inclusion error atau kesalahan pemberian bantuan kepada masyarakat yang tidak berhak juga tercatat menurun sebesar 4,1 persen.

"Jadi artinya digitalisasi perlinsos ini mampu membuat proses bansos lebih transparan dan juga lebih tepat sasaran," jelas Firman.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya