JAKARTA – Sebanyak 3.150 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Brebes, Jawa Tengah, diproyeksikan keluar dari kepesertaan bantuan sosial tersebut tahun ini karena dinilai sudah mampu mandiri secara ekonomi.
Jumlah keluarga yang menjalani graduasi mandiri itu meningkat sekitar 30 persen dibandingkan 2025. Pada tahun lalu, sebanyak 2.420 keluarga di Brebes telah keluar dari PKH setelah kondisi sosial ekonominya dinilai membaik.
Ketua Tim PKH Kabupaten Brebes Hendrik Maulana mengatakan graduasi mandiri dilakukan terhadap keluarga yang sudah tidak lagi membutuhkan bantuan sosial. Status tersebut dapat ditetapkan berdasarkan kesukarelaan penerima maupun hasil verifikasi.
"Graduasi adalah kelulusan KPM dari ketergantungan menuju kemandirian," kata Hendrik dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/10/2026).
Menurut dia, peningkatan jumlah keluarga yang keluar dari PKH menunjukkan tujuan program bantuan sosial bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi mendorong penerima agar mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.
Pendamping PKH, kata Hendrik, memegang prinsip "bansos sementara, berdaya selamanya". Karena itu, semakin banyak keluarga yang mampu graduasi mandiri dinilai menunjukkan keberhasilan proses pemberdayaan.
Tahun ini, dari 3.150 keluarga yang disiapkan graduasi mandiri, sebanyak 579 keluarga dijadwalkan mendapatkan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dari Kementerian Sosial.

Masing-masing keluarga akan memperoleh bantuan Rp5 juta yang ditransfer langsung ke rekening penerima melalui Bank Mandiri. Dana tersebut diperuntukkan sebagai modal usaha kecil, baik untuk mengembangkan usaha yang sudah berjalan maupun merintis usaha baru.