JAKARTA - Emas menjadi salah instrumen investasi yang populer karena tahan terhadap inflasi dan berfungsi sebagai pelindung nilai (hedge) di tengah ketidakpastian ekonomi. Bahkan, permintaan emas di Indonesia menunjukkan tren peningkatan pada kuartal II-2026.
Laporan Gold Demand Trends dari World Gold Council pada Juli 2026 menyatakan permintaan emas di Indonesia mencapai 15 ton di kuartal II 2026 atau naik signifikan hingga 40% secara year-on-year.
"Namun, riset kami terhadap kelompok usia 25-30 tahun menunjukkan masih ada sejumlah hambatan dalam berinvestasi emas, seperti keterbatasan waktu untuk datang ke gerai fisik, keterbatasan stok emas fisik di pasaran, hingga risiko kehilangan atau pencurian," kata Direktur Bisnis Konsumen GoPay Kelvin Timotius dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Temuan tersebut menunjukkan bahwa tingginya minat terhadap emas perlu diimbangi dengan kemudahan akses dan keamanan dalam berinvestasi. Bagi kelompok usia muda, solusi yang praktis dan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari dapat menjadi faktor penting untuk mendorong partisipasi investasi emas secara lebih luas. GoPay melalui fitur GoPay Investasi bagi pengguna agar mudah berinvestasi dengan aman, nyaman, dan tanpa perlu modal besar.
GoPay Emas Digital by Treasury, produk investasi hasil kerja sama dengan PT Indonesia Logam Pratama, yang memungkinkan pengguna untuk membeli dan menjual emas digital dengan harga terjangkau secara instan. Produk ini dapat dibeli dengan rekening yang terpisah dari rekening transaksi harian, mendorong pengguna agar lebih disiplin untuk memulai kebiasaan berinvestasi.