Bahlil Sentil Singapura soal Ekspor Gas: Jangan Ajari Indonesia

Tangguh Yudha, Jurnalis
Senin 26 Oktober 2026 14:53 WIB
Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyentil Singapura terkait pengurangan ekspor gas dari Indonesia. Ia menegaskan Indonesia tidak perlu diajari soal kepatuhan terhadap kontrak kerja sama.

Bahlil menjelaskan, total ekspor gas bumi Indonesia melalui pipa ke Singapura mencapai 409,55 juta standar kaki kubik per hari atau million standard cubic feet per day (MMSCFD), yang berasal dari dua pipa di Laut Natuna dan Sumatera.

Dari jumlah tersebut, pemerintah hanya mengurangi pasokan sebesar 31 MMSCFD atau sekitar 8 persen dari total ekspor gas melalui pipa.

"Negara kita adalah negara yang menghargai kontrak aturan. Jadi jangan ajari Indonesia terhadap komitmen untuk menjaga menghargai kontrak. 31 mmscfd yang kita potong itu adalah masih di batas kontrak minimum," ucap Bahlil dalam konferensi pers, Senin (26/10/2026).

"Batas kontrak minimum kita itu adalah sekitar 91 sampai 92 dan kita baru sekitar 8 persen, terkecuali kita potong 10 persen, ah itu baru kita melanggar kontrak," lanjutnya.

Lebih jauh, Bahlil menegaskan pemerintah Indonesia selalu menghormati aturan dan perjanjian internasional. Namun, ia juga meminta negara lain memberikan penghormatan yang sama kepada Indonesia dalam hubungan bilateral.

 

"Pemerintah Indonesia sangat menghargai aturan, apalagi Menteri ESDM-nya. Sangat menghargai aturan. Tapi saya juga minta jangan di saat bersamaan kalian minta menghargai, susah minta dihargai, senang mengolok-olok negara lain," tegasnya.

Bahlil menekankan pentingnya prinsip kesetaraan atau equal treatment dalam hubungan antarnegara, khususnya di kawasan ASEAN. Menurutnya, penghormatan terhadap kontrak harus berjalan beriringan dengan sikap saling menghargai.

"Jadi kita harus equal treatment. Indonesia ini terlalu baik. Terlalu baik. Menghargai kontrak tapi harganya juga dong, hubungan antar negara. Harus sama-sama menghargai," tandasnya.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya