Hans mengatakan, perusahaan tetap berfokus pada disiplin operasional dan alokasi modal untuk menjaga fundamental bisnis serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Dari sisi operasional, jumlah pengguna bertransaksi tahunan atau annual transacting users (ATU) tumbuh 16 persen secara tahunan menjadi 72,5 juta pengguna. Sementara itu, arus kas bebas yang disesuaikan meningkat 389 persen menjadi Rp1,21 triliun.
Kinerja GoTo juga ditopang pertumbuhan bisnis teknologi finansial melalui GoPay. Pada kuartal III-2026, EBITDA yang disesuaikan segmen fintech mencapai Rp550 miliar, melonjak 304 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan bersih segmen tersebut tumbuh 49 persen menjadi Rp2,3 triliun.
Adapun bisnis layanan sesuai permintaan atau on-demand services yang mencakup Gojek mencatatkan EBITDA disesuaikan sebesar Rp347 miliar, naik 3 persen secara tahunan. Pendapatan bersih segmen ini mencapai Rp3,3 triliun.
(Taufik Fajar)