Advertisement
Advertisement

GoTo Siapkan Rp2,5 Triliun untuk Buyback Saham

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Kamis, 29 Oktober 2026 |20:25 WIB
GoTo Siapkan Rp2,5 Triliun untuk Buyback Saham
Buyback Saham (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah merealisasikan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak 36 miliar saham dengan nilai Rp985 miliar hingga 29 Oktober 2026. Perseroan masih memiliki alokasi dana Rp2,5 triliun untuk melanjutkan aksi korporasi tersebut hingga Juni 2027.

Direktur Utama GoTo Hans Patuwo mengatakan di tengah dinamika eksternal dan melihat kondisi harga saham, perusahaan berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, dengan melakukan pembelian kembali saham atau buyback dan pembatalan 32 miliar saham treasury.

"Langkah ini akan mengurangi jumlah saham beredar sehingga meningkatkan persentase kepemilikan pemegang saham yang ada," ujarnya dalam pernyataan resmi, Kamis (29/10/2026).

Pelaksanaan buyback tersebut berlangsung setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) menghapus batas harga minimum saham Rp50 pada 28 September 2026. Sejak kebijakan tersebut berlaku, GoTo telah membeli kembali saham yang setara dengan hampir 3 persen dari total saham perseroan.

Langkah buyback menjadi salah satu strategi GoTo dalam mengoptimalkan alokasi modal sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Selain pembelian kembali saham, GoTo juga akan membatalkan 32 miliar saham treasuri atau setara sekitar 2,7 persen dari total saham. Rencana tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026.

Pembatalan saham treasuri tersebut akan berlaku dalam dua hingga tiga bulan mendatang setelah seluruh proses regulasi yang dipersyaratkan selesai. Perseroan menyebut langkah ini akan mengurangi jumlah saham beredar sehingga meningkatkan persentase kepemilikan pemegang saham yang ada.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement