Kepala BPGMN Buka-bukaan soal Pemulihan Ekosistem Gambut Imbas Karhutla

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Jum'at 30 Oktober 2026 16:22 WIB
Kepala BPGMN Buka-bukaan soal Pemulihan Ekosistem Gambut Imbas Karhutla (Foto: Dokumentasi)
Share :

Dia mencontohkan kearifan lokal berupa pemeliharaan kerbau rawa yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di kawasan gambut. Berkurangnya aktivitas tersebut dinilai turut mengubah pola pemanfaatan lahan rawa.

Dalam uji adaptasi kali ini, jelutung dipilih karena mampu tumbuh di lahan gambut tanpa harus mengeringkan ekosistemnya. Tanaman ini juga memiliki nilai ekonomi dari hasil getahnya, meski membutuhkan waktu cukup panjang sebelum dapat disadap.

Selain jelutung, bambu menjadi tanaman yang diuji dengan pendekatan berbeda, yakni menggabungkan fungsi ekologis dan potensi ekonomi.

Sementara, Ketua Umum Komunitas Pemuda Ekonomi Hijau Indonesia (KPEHI) Agi Diantoro mengatakan penanaman bambu dirancang bukan semata-mata untuk menghijaukan lahan, melainkan menjadi bagian dari strategi mitigasi kebakaran sekaligus pengembangan ekonomi masyarakat.

Menurut Agi, bambu memiliki potensi ekologis yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kelembapan kawasan gambut. Sistem perakarannya membantu mempertahankan kelembapan tanah, sementara batang bambu memiliki kemampuan menyimpan air.

“Bambu ini salah satu nature-based solution untuk membantu mencegah kebakaran hutan dan lahan. Satu rumpun bambu dapat menyimpan air hingga sekitar 5.000 liter. Akarnya juga membantu menjaga kelembapan tanah gambut. Ini menjadi salah satu bentuk mitigasi awal yang ingin kami kembangkan,” jelasnya.

Di luar fungsi ekologis, KPEHI juga menyiapkan hilirisasi hasil bambu melalui kerja sama dengan industri mebel binaannya. Hasil panen nantinya diarahkan menjadi produk furnitur, lantai (flooring) hingga kebutuhan interior.

Gagasan tersebut, lanjut Agi, telah disampaikan kepada Wakil Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional, Mayjen TNI Sriyanto M.I.R. Dalam koordinasi tersebut, pihaknya memaparkan dua agenda utama, yakni pemanfaatan bambu untuk mitigasi kebakaran hutan dan pengembangan industri hilir yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah, gagasan ini disambut baik oleh Pak Wakil Kepala Badan, beliau memiliki keseriusan dalam menangani kebakaran gambut dan beliau juga ingin lahan gambut bermanfaat bagi perekonomian masyarakat. Karena itu, kami hadir di OKI untuk mulai mengembangkan konsep tersebut. Kami ingin restorasi gambut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat,” katanya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya