Skema yang disiapkan KPEHI berbasis ekonomi kerakyatan dengan melibatkan masyarakat desa-desa penyangga kawasan gambut. Warga nantinya akan dibina agar mampu mengelola lahan sekaligus mengembangkan hasil tanaman menjadi produk bernilai jual.
Untuk tahap awal, penanaman dilakukan di demplot seluas satu hektare dengan sekitar 300 bibit bambu. KPEHI menargetkan pengembangan hingga 100 hektare pada tahap berikutnya.
Agi menyebut OKI dipilih karena memiliki kawasan gambut yang luas dan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Pihaknya ingin menjadikan daerah ini sebagai salah satu lokasi pengembangan model restorasi gambut berbasis ekonomi masyarakat.
“Bambu ini dalam waktu sekitar tiga setengah tahun sudah bisa dipanen. Jadi, masyarakat tidak hanya menanam dan menjaga gambut, tetapi nantinya juga bisa memperoleh hasil ekonominya,” ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)