JAKARTA – Cara menghindari impulsive buying saat diskon besar-besaran.
Diskon besar-besaran dapat mendorong masyarakat membeli barang secara spontan tanpa perencanaan. Untuk menghindari perilaku impulsive buying atau belanja impulsif, masyarakat dapat menerapkan sejumlah langkah, mulai dari menunda pembelian, mengalihkan perhatian, hingga memantau pengeluaran agar tetap sesuai dengan anggaran.
Impulsive buying merupakan perilaku membeli barang secara tiba-tiba tanpa perencanaan dan pertimbangan yang matang. Perilaku ini kerap muncul ketika masyarakat melihat penawaran menarik, termasuk potongan harga dalam jumlah besar, sehingga mereka terdorong membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
Jika tidak dikendalikan, kebiasaan tersebut dapat mengganggu kondisi keuangan, memicu penumpukan barang yang jarang digunakan, dan menimbulkan penyesalan setelah berbelanja.
Studi berjudul “Rein It In. Nudge-Based Interventions to Cope with Online Impulse Buying Among Young Adults” dalam Journal of Behavioral Economics for Policy membahas intervensi berbasis dorongan (nudge) untuk membantu dewasa muda mengendalikan perilaku belanja impulsif secara daring.
Masyarakat dapat menunda keputusan pembelian agar tidak langsung tergoda oleh potongan harga. Ketika menemukan barang yang menarik, masukkan barang tersebut ke daftar keinginan (wishlist) atau gunakan fitur “simpan untuk nanti” sebelum memutuskan untuk membelinya.
Selama jeda tersebut, pertimbangkan fungsi barang, tingkat kebutuhan, dan frekuensi penggunaannya. Langkah ini membantu konsumen menilai apakah barang tersebut benar-benar diperlukan atau hanya menarik karena harganya sedang turun.