Ekspor Migas RI Anjlok 9,11 Persen Jadi USD8,96 Miliar per September 2026

Rohman Wibowo, Jurnalis
Senin 02 November 2026 12:49 WIB
Ekspor Migas (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan tajam pada kinerja pengapalan minyak dan gas bumi (migas) nasional sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Nilai ekspor migas Indonesia tercatat hanya mencapai 8,96 miliar dolar AS pada periode Januari–September 2026, mengalami kontraksi sebesar 9,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pelemahan pengapalan komoditas energi tersebut terjadi di tengah perbaikan aktivitas manufaktur global yang tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) mitra dagang utama di zona ekspansif, seperti Amerika Serikat di level 55,9, India 55,1, Jepang 54,1, serta Tiongkok 52,1. 

Otoritas statistik memaparkan bahwa penurunan ekspor migas menahan laju ekspansi pengiriman barang secara keseluruhan pada periode Januari hingga September 2026.

"Sepanjang Januari sampai dengan September tahun 2026, total nilai ekspor mencapai 221,23 miliar US Dolar, atau naik sebesar 5,58 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Untuk nilai ekspor migas tercatat sebesar 8,96 miliar US Dolar atau turun sebesar 9,11 persen," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Di sisi lain, ekspor nonmigas berhasil mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan sebesar 6,30 persen hingga menyentuh nilai 212,27 miliar dolar AS. Peningkatan pengapalan produk nonmigas tersebut terutama ditopang oleh komoditas lemak dan minyak hewani nabati (HS 15), nikel dan barang daripadanya (HS 75), serta bahan bakar mineral (HS 27).

Secara sektoral, industri pengolahan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekspor nonmigas dengan kenaikan kumulatif mencapai 8,93 persen. Sektor manufaktur ini sekaligus memberikan andil sebesar 7,15 persen terhadap peningkatan keseluruhan nilai ekspor nasional.

Akselerasi di sektor hilirisasi industri manufaktur terus menunjukkan peran vitalnya dalam menopang penerimaan devisa di tengah kelesuan migas. Otoritas mencatat sejumlah komoditas olahan logam dan hasil perkebunan menjadi penyumbang lonjakan ekspor terbesar.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya