KAI Logistik Targetkan Pendapatan Rp568,4 Miliar di 2029, Begini Strategi Barunya 

Taufik Fajar, Jurnalis
Selasa 03 November 2026 16:54 WIB
KAI Logistik (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) menargetkan pertumbuhan hingga mencapai CAGR 8,5% dengan pendapatan Rp568,4 miliar pada 2029. Salah satu strategi barunya yakni Pengembangan layanan logistik ramah lingkungan atau green freight service untuk memperkuat pertumbuhan bisnis angkutan kereta api kontainer. 

Inisiatif ini menjadi salah satu pilar pengembangan angkutan multikomoditas yang tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga menghadirkan solusi logistik berkelanjutan melalui pengelolaan emisi gas rumah kaca (GRK) yang lebih transparan dan terukur.

Secara umum strategi pengembangan angkutan multikomoditas KAI Logistik dijalankan melalui sejumlah inisiatif, meliputi pengembangan green freight service, optimalisasi layanan angkutan ekspor-impor, serta akuisisi pelanggan baru. 

Kombinasi strategi tersebut diharapkan dapat memperluas pasar, meningkatkan pemanfaatan layanan kereta api kontainer, serta memperkuat kontribusi segmen angkutan multikomoditas terhadap pendapatan perusahaan.

Sejalan dengan strategi tersebut, pendapatan angkutan multikomoditas KAI Logistik diproyeksikan akan bertumbuh dengan Sebagian besar didukung oleh green freight services.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengungkapkan pengembangan green freight service menjadi langkah strategis KAI Logistik dalam merespons meningkatnya kebutuhan industri terhadap transparansi emisi dan pelaporan keberlanjutan. 

"Seiring berkembangnya tuntutan pengungkapan kinerja lingkungan dalam rantai pasok, pelanggan membutuhkan data emisi dari penyedia jasa logistik untuk mendukung pengukuran jejak karbon, penyusunan laporan keberlanjutan, serta pencapaian target dekarbonisasi perusahaan,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/11/2026).

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya