Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Biji Nyamplung Bisa Jadi Energi Alternatif

Biji Nyamplung Bisa Jadi Energi Alternatif
Biji buah pohon nyamplung (Foto:Ist)
A
A
A

JAKARTA - Tak hanya buah jarak dan singkong yang menjadi energi alternatif. Ternyata biji buah pohon nyamplung yang juga dikenal dengan bintangur bisa menjadi bahan baku utama.

Selama ini pohon nyamplung yang memiliki nama latin Calophyllum Inophyllum belum dimanfaatkan secara maksimal. Kalaupun dimanfaatkan adalah kayu dan getahnya.

Berawal dari penelitian dua orang siswa siswa SMAN 6 Yogyakarta,  Fathur Rahman dan Aditya Prabaswara, kini buah nyamplung dapat dijadikan sumber energi alternatif.

Penelitian Biji nyamplung ini telah membawa Fathur dan Aditya memenangkan lomba karya tulis SMA wisata iptek 2007 yang diadakan Kementerian Negara Riset dan Teknologi.

Seperti dikutip dari situs Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Rabu (27/2/2008), dalam penelitiannya kedua siswa tersebut, biji nyamplung selain memiliki kekentalan melebihi minyak tanah juga terdapat kandungan minyak yang mencapai sebesar 50-70 persen.

Metodologi yang digunakan adalah dengan cara ekstraksi, sedangkan dalam uji performa satu mili liter, minyak biji nyamplung mempunyai daya bakar selama 11,3 menit sedangkan minyak tanah selama 5,6 menit. Ketahanan pembakarannya dua kali lipat lebih lama dibandingkan minyak tanah.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM Neny Sri Utami mengatakan, penelitian yang dilakukan oleh siswa SMAN 6 Yogyakarta tersebut dapat dijadikan entry point untuk pengembangkan potensi buah nyamplung lebih lanjut.

"Rendemen sebanyak 50-70 persen minyak merupakan potensi yang cukup besar dan jarang diperoleh pada jenis tanaman lainnya," katanya.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement