JAKARTA - PT Infoasia Teknologi Global Tbk (IATG) mengaku tengah mengalami keterbatasan arus kas akibatnya pembayaran kupon bunga ke-15 obligasi IATG I Tahun 2004 yang belum bisa mereka bayarkan hingga saat ini.
"Kami sedang mengalami keterbatasan cash flow," kata Corporate Secretary IATG Priska Erjani, dalam laporannya di keterbukaan informasi BEI, Jakarta, Kamis (25/9/2008).
Perseroan sudah menyampaikan kepada para pemegang obligasi mengenai pengundurkan jadwal pembayaran bunga obligasi yang jatuh tempo pada 23 September. Perseroan berjanji akan melakukan pembayaran kupon tersebut bersamaan dengan bunga obligasi yang akan jatuh tempo pada 23 Desember 2008 nanti.
"Sinking fund yang ada di rekening cadangan kami mohon dicairkan untuk membayar sebagian bunga tersebut," kata Priska.
Jika pada jatuh tempo selanjutnya perseroan tak bisa juga memenuhi kewajibannya, maka perseroan akan menggelar RUPO (Rapat Umum Pemegang Obligasi). Melalui RUPO tersebut, perseroan akan menyampaikan restrukturisasi atas pokok dan bunga obligasi kepada pemegang obligasi.
Krisis keuangan yang dialami perseroan, menurut Priska, disebabkan kegagalan dalam investasi di bidang telekomunikasi tahap I pada 2004. Kala itu, Distributor IBM Computer Hardware itu menerbitkan obligasi IATG I senilai Rp125 miliar. Obligasi tersebut dipergunakan untuk akuisisi PT Gemilang Putri Nusantara (GPN) dan pengembangkan 70 ribu sambungan telepon berbasis internet protokol dengan merk dagang iMax.
Namun pada akhir 2005, direksi mengalami tuduhan atas kasus yang tidak dilakukan, sehingga mempengaruhi kinerja hingga saat ini. Dari pokok obligasi Rp125 miliar, perseroan telah membayar bunga, pokok dan sinking fund sebesar Rp107,94 miliar.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.