JAKARTA - PT Asia Kapitalindo Securities Tbk (AKSI) mencatatkan laba bersih perseroan 2008 turun signifikan dibanding laba bersih 2007 yaitu sebesar 93 persen menjadi Rp609,64 juta, dibandingkan periode sebelumnya yang membukukan Rp9,08 miliar.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama AKSI Wim Al Fatih, dalam laporan keuangan di 2008 perseroan, dalam keterbukaan informasi di BEI, Jakarta, Selasa (14/4/2009).
Penurunan pada laba bersih ini selain disebabkan oleh kenaikan signifikan pada beban usaha dan penurunan pada pendapatan lain-lain, juga disebabkan oleh beban pajak tanggungan sebesar Rp461,07 juta, bila dibandingkan dengan manfaat pajak penghasilan periode sebelumnya sebesar Rp4,94 miliar.
Kendati demikian, pendapatan usaha perseroan selama tahun 2008 tercatat Rp13,92 miliar, naik sebesar 5,17 persen dibandingkan pendapatan usaha selama tahun 2007 sebesar Rp13,24 miliar.
Dia menjelaskan, kenaikan pendapatan usaha tersebut, disebabkan oleh kenaikan yang signifikan pada pendapatan denda atas keterlambatan pembayaran, jasa penjaminan dan penjualan efek, serta jasa penasehat keuangan dan investasi. Namun demikian, terdapat penurunan sebesar 28,87 persen atas laba (rugi) portofolio efek terealisasi.
Penurunan ini mengakibatkan penurunan laba per lembar saham 2008 menjadi Rp0,85 per lembar saham dibandingkan di 2007 sebesar Rp12,61 per lembar saham.
Namun begitu, nampaknya, penurunan laba bersih di tahun lalu, tidak menciutkan semangat manajemen di tahun ini. Buktinya perseroan menargetkan pendapatan usaha tahun 2009 diharapkan meningkat tujuh persen dari tahun 2008, dari Rp13,92 miliar menjadi Rp14,8 miliar.
Sedangkan beban usaha, perseroan akan melakukan efisiensi biaya dengan memangkas anggaran pada pos yang bukan bagian utama bagi bisnis perseroan. Sehingga laba bersih sebelum pajak diharapkan akan meningkat sebesar 20 persen dari Rp1,07 miliar di tahun 2008 menjadi Rp1,28 miliar di tahun 2009.
Harga saham AKSI pada perdagangan IHSG sesi pertama bergerak stagnan di level Rp115 per lembar sahamnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.