JAKARTA - PT Leyand International Tbk (LAPD) memutuskan tidak membagi dividen untuk tahun buku 2008. Laba bersih digunakan untuk memperkuat modal kerja menyusul perubahan bisnis usaha dari penjualan kemasan plastik ke sektor energi.
"Laba bersih akan kami alokasikan untuk pengembangan usaha di sektor energi," kata Presiden Direktur Leyand Edward Sumarli, usai rapat umum pemegang saham (RUPS), di Jakarta, Senin (15/6/2009).
Dia mengatakan, laba bersih perseroan pada 2008 mengalami penurunan menjadi Rp6,5 miliar. Dari total laba bersih, perseroan akan mengalokasikan untuk modal kerja. Meski demikian, LAPD berharap pada 2010 sudah dapat membagi dividen ke pemegang saham publik.
Hingga saat ini, LAPD masih dililit utang dari sejumlah bank senilai Rp150 miliar. Bank tersebut antara lain Bank Central Asia (BCA) Rp16,2 miliar, Bank Misuhi Rp1,6 miliar, Lippo Bank Rp1 miliar, dan Panin Bank Rp24,5 miliar. "Dalam 1-2 tahun ke depan kami berusaha menutupi utang perseroan," katanya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.