Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemegang Saham Tolak Leyand Akuisisi META

Widi Agustian , Jurnalis-Senin, 19 Oktober 2009 |11:54 WIB
Pemegang Saham Tolak Leyand Akuisisi META
Foto: Koran SI.
A
A
A

JAKARTA - Rencana PT Leyand International Tbk (LAPD) untuk mengakuisisi PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) tidak mendapat persetujuan dari para pemegang sahamnya. Selanjutnya, perseroan belum memutuskan bagaimana langkah ke depan.

"Tidak disetujui, saya juga tidak tahu alasannya apa. Agendanya batal semua," kata Corporate Secretary LAPD Indra Wilbarsyah di Jakarta, Senin (19/10/2009).

Selanjutnya, Indra mengatakan, pihaknya belum memutuskan sikap saat ini. Manajemen perseroan akan kembali berdiskusi untuk menentukan langkah selanjutnya atas transaksi material ini.

"Sementara kami akan konsentrasi di bidang usaha yang ada di pembangkit listrik," ucapnya.

Direktur Keuangan LAPD Enrico Mosquer Djakman menambahkan, dengan tidak disetujuinya akuisisi saham META, maka pinjaman dari Shandong Machinery Corporation Pte Ltd automatis akan dibatalkan pihak perseroan. "Kita akan bahas lagi," tukasnya.

Sebelumnya Leyand International telah mendapatkan komitmen pinjaman dari perusahaan asal Singapura Shandong Machinery Corporation. Pinjaman ini yang akan dipakai perseroan untuk mengakuisisi saham PT Nusantara Infrastruktur Tbk (META) hingga 50,65 persen. Utang ini berjangka waktu tujuh tahun dengan grace periode satu tahun dengan bunga tiga persen di atas libor tiga bulan. Total pinjaman dari Shandong maksimal sebesar Rp575 miliar. Utang ini akan dijamin dengan sebagian besar saham META yang didapat.

Perseroan memperkirakan total kebutuhan dana untuk mengakuisisi META sekira Rp565,54 miliar. Tahap pertama, LAPD akan membeli tujuh persen saham META di pasar reguler atau pasar negosiasi dengan anggaran dana Rp125 miliar. Sebagian saham META di pasar negosiasi telah dibeli dengan harga Rp176 per saham.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement