Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bank Mutiara Tuntut Pailit Antaboga

Candra Setya Santoso , Jurnalis-Kamis, 05 November 2009 |09:30 WIB
Bank Mutiara Tuntut Pailit Antaboga
Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - Tindakan PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) yang sebelumnya bernama PT Bank Century Tbk telah mengajukan pailit terhadap perusahaan sekuritas yang menjual reksa dana bodong, Antaboga Delta Sekuritas. Perseroan telah menyerahkan kepada kuasa hukum perseroan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Kita sedang proses masalah ini dan semuanya sedang diatur oleh Kuasa Hukum kita. kalau dari Bursa, Antaboga sudah dicabut, sekarang tinggal menunggu dari Bapepamnya saja," ujar Corporate Secretary PT Bank Century Tbk Hendra Saputra, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Kamis (5/11/2009).

Langkah tersebut dilakukan perseroan, sebagai upaya penjualan aset Antaboga dapat dicairkan guna mengganti dana nasabahnya dalam penipuan reksa dana bodongnya. "Tidak jauh alasannya dari nasabah yang selama ini nasabah dari antaboga salah meminta ganti ruginya ke kita (Bank Mutiara)," katanya.

Pengajuan pailit tersebut, jelasnya, sudah diajukan sejak dua bulan lalu ke Bapepam-LK. "Sejauh ini kita masih tunggu," ujarnya.

Ketika ditanya mengenai laba bersih perseroan yang melonjak tajam selama sembilan bulan terakhir tahun ini, Hendra mensyukuri bahwa membuahkan hasil. "Kita bersyukur, dari hasil kerja keras selama ini membuahkan hasil. Kita tetap optimis jika kuartal IV tahun ini, lebih melonjak lagi labanya, doa kan saja," imbuhnya, sambil tersenyum.

Perseroan berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih selama sembilan bulan pertama tahun 2009 mencapai 359,31 persen menjadi Rp237,31 miliar, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp51,666 miliar.

Peningkatan laba bersih perseroan, dipicu oleh pos keuntungan penjualan efek bersih perseroan selama sembilan bulan pertama tahun ini yang melonjak tajam hingga 4.793,6 persen menjadi Rp38,709 miliar, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp791,674 juta. Sedangkan pos jumlah pendapatan pos operasional lainnya juga naik 94,06 persen menjadi Rp60,935 miliar, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp31,399 miliar.

(Candra Setya Santoso)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement