Share

APPTI : Carrefour Rugikan Pemasok Barang

Candra Setya Santoso, Jurnalis · Senin 09 November 2009 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2009 11 09 320 273680 J9e7fjwY3n.jpg Foto: Koran SI

JAKARTA - PT Carrefour Indonesia dinilai merugikan pemasok barang karena tingginya biaya yang harus ditanggung pemasok di pasar tradisional, terutama pasca-akuisisi PT Alfa Retailindo oleh Carrefour.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Indonesia (Sekjen APPTI) Ngadiran mencontohkan, untuk biaya trading term kosmetika meningkat menjadi 11 persen di luar listing fee pada pasca-akuisisi. "Nantinya, yang dirugikan juga larinya ke konsumen. Pasalnya, karena biaya yang harus ditanggung pemasok tinggi maka pemasok juga akan mengeluarkan harga yang lebih tinggi," kata Tutum, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Senin (9/11/2009).

Sebagai informasi, Carrefour dijerat dua pasal, yakni Pasal 17 UU No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Monopoli dan Pasal 25 UU No 5 Tahun 1999 tentang Posisi Dominan. "Diduga, penguasaan pangsa pasar Carrefour lebih dari 50 persen. Sudah tiga tahun lebih saya menyuarakan bahwa keberadaan minimarket, dan sejenisnya bisa dikuasai oleh pemain besar," ungkapnya.

Terkait kasus akuisisi Alfa, Ngadiran mengungkapkan, tindakan Carrefour ini diduga mengarah pada praktek monopoli. Bahkan ada dugaan Carrefour akan melanjutkan proses akuisisi serupa terhadap ritel-ritel lainnya yang kolaps. "Perkembangan Carrefour sendiri adalah keputusan dari pemerintah dan seharusnya pemerintah sendiri yang harus mengambil tindakan tegas terhadap menjamurkan perusahaan ritel sejenis Carrefour," ujarnya. 

(css)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini