nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gaji Pas-Pasan Tapi Tetap Efektif Menabung, Bisakah?

Jum'at 11 Desember 2009 09:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2009 12 11 323 283971 qhcR3SaCZR.jpg Foto: Dok KC123.com

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Kami adalah keluarga PNS dan petani yang penghasilanya pas-pasan. Saya bergaji sebesar Rp2,8 juta per bulan. Istri yang juga PNS gajinya sama besar hanya saja tunjangan berbeda, karena saya mendapat tunjangan keluarga (yang sengaja tidak saya infokan di sini).

Di luar gaji kami punya penghasilan tambahan dari tani sawit di atas lahan 2,5 hektare (Ha) dengan hasil bulanan sekitar Rp2,3 juta. Tanpa kami sadari uang habis dengan cepatnya dan tidak pernah ada sisa untuk ditabung.

Yang ingin saya tanyakan, pertama, apa ada produk bank yang mau datang ke rumah untuk mengambil setoran tabungan berjangka panjang? Kedua, kami mohon petunjuk KeluargaCerdas123.com bagaimana tips untuk berhemat dengan tidak mengurangi pemenuhan kebutuhan bulanan.

Terimakasih sebelumnya ya!

Juanda (juanda8425@yahoo.co.id)

Waalaikumsalam Wr. Wb.

Pak Juanda,

Langsung saja ya! Kami asumsikan dua skenario di mana semua pendapatan bapak dan keluarga sifatnya reguler ya, jadi totalnya Rp7,9 juta sebulan, dan hanya memperhitungkan gaji pokok saja yakni Rp5,6 juta.  

Tanpa mengetahui secara rinci posisi anggaran keluarga Bapak saat ini berikut gambaran yang dapat kami sampaikan:

Alokasi

Rasio KC123

Usulan Rasio

Pendapatan Gaji

Rp 5.600.000,-

Total Pendapatan

Rp 7.900.000,-

Sharing

2-15%

2,5%

Rp 140.000,-

Rp 197.500,-

Savings

10-30%

27,5%

Rp 1.540.000,-

Rp 2.172.500,-

Spending

45-55%

55%

Rp 3.080.000,-

Rp 4.345.000.-

Borrowing

0-35%

15%

Rp 840.000,-

Rp 1.185.000,-

Total

100%

100%

Rp 5.600.000,-

Rp 7.900.000,-

Kemudian alokasikan pendapatan bulanan maksimal 55% untuk pengeluaran (spending), baik pribadi, transportasi, rumah tangga dan anak.  Gunakan metode amplop untuk mengalokasikan pengeluaran pribadi (makan siang, pulsa, pakaian, kosmetik dll), transportasi (bensin, kendaraan umum, pemeliharaan kendaraan), rumah tangga (belanja mingguan, bulanan, biaya air, telpon, listrik dll), dan anak (uang sekolah, buku pelajaran, susu, popok dll ). Selengkapnya cek www.KeluargaCerdas123.com

Saya menantang Bapak dan Ibu untuk membiasakan diri dulu dengan anggaran yang disepakati sebelumnya. Setelah mampu membiasakan diri berdisiplin, baru kemudian bisa melanjutkan ke tahap perencanaan keuangan.

Harap dicatat di hati dan pikiran kalau Bapak dan Ibu harus berusaha menabung minimal 10% hingga 30% dari pendapatan bulanan.  Dan sebagai bagian dari komitmen biasakan Bapak dan Ibu beserta anak-anak meluangkan waktu untuk mengujungi bank setiap akhir atau awal bulan untuk menabung.  Seleksilah dulu bank terdekat yang paling ideal untuk tempat menyimpan tabungan.  Pada waktunya, Bapak dan Ibu akan bersyukur telah mengajarkan anak-anak sejak dini tentang pentingnya menabung untuk masa depan!

Sedangkan tips hemat dari kami adalah sebagai berikut:

1. Buat daftar pengeluaran dan pendapatan

Tahukah Anda membuat daftar pengeluaran lebih lama daripada pendapatan? Anda akan terkejut melihat betapa panjangnya daftar pengeluaran dibanding dengan daftar pendapatan. Daftar pengeluaran bisa berisi 10-20 buah sementara penghasilan hanya satu hingga dua buah. Hal ini menunjukkan mengeluarkan uang lebih mudah daripada mendapatkan uang.

2. Tentukan besaran dana yang mau dibagi dan ditabung didepan

Seringkali tanpa sadar menyisihkan dana untuk berbagi dan menabung menjadi prioritas terakhir. Yang terjadi adalah keinginan untuk berbagi dan menabung hanya tinggal keinginan, karena tidak adanya lagi dana yang tersedia untuk disisihkan. Karena itu formula yang harusnya diingat adalah begini, PENDAPATAN (SETELAH PAJAK) "SEDEKAH - TABUNGAN = PENGELUARAN.  Bukan berapa besarnya, tetapi membangun kebiasan berbagi dan menabung itulah yang terpenting. Nasehat orangtua "bisa karena biasa" itu benar adanya.

 

3. Atur daftar pengeluaran ke dalam pos pengeluaran

Masukkan daftar pengeluaran Anda ke dalam pos yang terbagi menjadi 4 kategori besar yaitu:

1. Pos Pengeluaran Rutin (pribadi, transportasi, rumah tangga, anak)

2. Pos Cicilan Tabungan/Investasi/Proteksi (setoran tabungan dana darurat, setoran investasi, cicilan premi asuransi dan lain-lain)

3. Pos Cicilan Utang (seperti cicilan rumah, mobil, dan lain sebagainya)

Lakukanlah Evaluasi Berkala (sudah seberapa disiplin Anda dan bagaimana jika tidak, selalu mengacu pada Anggaran yang disepakati bersama suami-istri).

Semoga bermanfaat dan selamat berjuang!

Manuel Pakpahan, CFP®

Perencana Keuangan Independen

CEO KeluargaCerdas123.com

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini