nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keputusan Hengkangnya Barclays Langkah Tepat

Candra Setya Santoso, Jurnalis · Rabu 24 Maret 2010 15:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2010 03 24 320 315701 x85NqdGJQK.jpg Foto: CNN.com

JAKARTA - Keputusan Barclays Plc untuk menghentikan unit bisnisnya bidang ritel banking di Indonesia, yang selama ini dikembangkan melalui PT Bank Akita dinilai sebagai langkah yang tepat. Langkah tersebut, merupakan keputusan bisnis yang rasional dan diharapkan tidak mengganggu iklim investasi ke Indonesia nantinya.

"Keputusan ini harus dihargai sebagai strategic decision oleh semua pihak sebagai keputusan bisnis dan keputusan tersebut tidak akan ganggu arus investasi ke RI, karena RI tetap atraktif dan profitable," ungkap pengamat perbankan dan ekonom senior Bank BNI Ryan Kiryanto, melalui pesan singkat yang diterima okezone, di Jakarta, Rabu (24/3/2010).

Dijelaskannya, Indonesia menjadi tempat berinvestasi yang menarik bagi para investor di seluruh dunia, jadi sehubungan adanya iklim yang kondusif serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bertahan kokoh karena tidak terimbas krisis ekonomi global.

"Saat ini RI masih menarik untuk menjadi tujuan investasi. Jadi dilepasnya bisnis ritel oleh Barclays yang di bank lokal tampaknya lebih didorong oleh keputusan bisnis yang rasional dikaitkan dengan resources yang dimiliki oleh Barclays," ungkapnya.

Ditambahkannya, Barclays masih memiliki unit usaha yang bagus di dunia, dimungkinkan pihak perusahaan akan menata unit bisnisnya di dunia. "Mungkin juga Barclays sedang menata ulang core business-nya agar lebih mantap dan sustainable," pungkasnya.

Sekadar mengingatkan, bank asal Inggris ini beralasan ingin memfokuskan diri pada aktivitas wholesale banking, dan tidak tergantung pada aktivitas ritel banking. Dengan demikian, Bank Akita yang sahamnya telah resmi dibeli Barclays sebanyak 99 persen pada tahun lalu ini akan ditutup.

Bank Akita yang memiliki empat cabang ini, semula ditargetkan untuk menggaet pangsa lokal. Dalam pernyataannya, Barclays mengakui bahwa pihaknya telah melakukan ekspansi secara agresif namun pada siklus yang kurang tepat.

Kabarnya, setelah hengkang dari Bank Akita, Barclays mengincar sebuah bank ritel di Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan untuk membangun kembali sendi-sendi investasi yang sempat terhempas krisis.

Pada dua tahun yang lalu, Barclays juga menjadikan India, Pakistan, Rusia dan Arab Saudi, sebagai basis pengembangan unit ritel banking. Barclays pun berencana untuk menggandeng bank lokal berskala multinasional.

(css)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini