JAKARTA - Setelah dibuka menguat tipis pagi tadi, indeks harga saham gabungan (IHSG) malah semakin melempem di sesi pertama penutupan perdagangan saham ditutup melemah sebesar 12 poin.
Pelemahan tipis tersebut dipicu oleh faktor internal di mana saham-saham unggulan di beberapa sektor terpantau melemah, dan sektor pertambangan lah yang masih mendukung pelemahan tipis ini. Kendati demikian, bursa kawasan Asia Pasifik tercatat menguat.
Pada penutupan perdagangan Rabu (31/3/2010) siang, IHSG tercatat melemah 12,03 poin atau 0,43 persen ke level 2.786,24. Dengan tercatat sebanyak 70 saham menguat, 104 saham melemah, dan 74 saham stabil.
Sementara itu, Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi 1,66 poin ke 444,85, dan indeks LQ45 melemah 3,08 poin ke 541,22. Adapun volume perdagangan tercatat sebesar 2,19 miliar lembar saham senilai Rp2,09 triliun.
Pelemahan IHSG terpantau dari pergerakan beberapa sektor-sektor perdagangan saham yang melemah. Terlihat sektor perkebunan turun 6,07 poin, sektor infrastruktur melemah 0,25 poin, sektor manufaktur turun sebesar 2,15 poin. Hanya sektor pertambangan saja yang tercatat menguat 2,34 poin.
Saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain saham dari PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik Rp500 menjadi Rp12.600, PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp350 ke Rp17.550, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) naik Rp350 ke Rp7.550, serta PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp250 ke Rp42.650.
Sementara saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp450 ke Rp38.500, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp250 ke Rp5.250, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp200 ke Rp12.100, dan PT Bank Danamon Tbk (BDMN) turun Rp200 ke Rp5.250.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.