Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indeks Diproyeksikan Menguat Tipis

Widi Agustian , Jurnalis-Jum'at, 16 April 2010 |07:53 WIB
Indeks Diproyeksikan Menguat Tipis
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Kemungkinan indeks harga saham gabungan (IHSG) untuk menguat masih terbuka lebar. Hanya saja, penguatan tersebut nampaknya akan terbatas.

"Secara teknikal masih ada kemungkinan indeks untuk menguat, tapi secara umum nampaknya akan terbatas saja," kata Kepala Riset Bhakti Securities Edwin Sebayang kepada okezone di Jakarta.

Terbatasnya penguatan ini nampaknya adalah karena beberapa saham bluechip yang sudah overbought, disamping itu umumnya pelaku pasar melakukan profit taking pada akhir pekan.

Menurutnya, faktor yang mendorong penguatan rupiah antara lain adalah penguatan harga komoditas yang dipimpin oleh harga minyak mentah, juga komoditas lainya semisal nikel, timah serta emas. Selain itu, penguatan indeks juga didukung oleh penguatan rupiah.

"Konsekuensi dari penguatan rupiah, Indonesia jadi kebanjiran likuditas," papar dia.

Ditambah lagi dengan tren naiknya bursa regional. Antara lain indeks Wall Street serta Indeks Asia. Menurutnya, indeks akan berada pada kisaran support resistance di level 2.850-2.920 pada akhir pekan ini.

Dimana, ia mengatakan saham yang berpotensi mengalami penguatan harga antra laina dalah PT Indo Tambangraya MEgah Tbk (ITMG), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Perusahaan Gas NEgara Tbk (PGAS), PT Aneka Tambang tbk (ANTM), PT Semen Gresik Tbk (SMGR), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), serta PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Sementara itu, menurut Trimegah Securities, minimnya sentimen diperkirakan membuat IHSG akan bergerak di dalam trading rangenya di 2.850-2.916. "Penembusan atas resisten membuka peluang untuk menciptakan rekor baru, dengan support 2850 menjadi level kunci bagi pergerakan selanjutnya," jelas Trimegah.

Dimana saham yang potensial menurutnya adalah PT telekomunikasi Indonesia Tbj (TLKM) dan PT United Tractor Tbk (UNTR).

Sebelumnya, IHSG pada akhir perdagangan Kamis (15/4/2010) menguat sebanyak 15,52 poin atau 0,54 persen ke posisi 2.900,53. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp4,7 triliun dengan volume transaksi  6,16 miliar lembar saham.

Sementara itu, sebanyak 120 saham menguat, 94 saham melemah dan 89 saham tidak bergerak. Di mana indeks LQ45 juga naik 3,5 pojn ke 562,47 serta JII naik 5,1 poin ke 466,92.

Sektor pertambangan tampak melesat sebanyak 42,9 poin, sektor konsumsi naik 11,4 poin, sektor manufaktur naik 6,14 poin, dan sektor perdagangan naik 1,47 poin.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement