Share

KPPU: Kami Belum Tahu CT Akuisisi Carrefour

Ade Hapsari Lestarini , Jurnalis · Sabtu 17 April 2010 08:09 WIB
https: img.okezone.com content 2010 04 17 320 323584 zXSK1IPWSS.jpg Logo KPPU. Dok KPPU

JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengakui belum mengetahui bahwa bos Para Group Chairul Tanjung (CT) mengambil 40 persen saham PT Carrefour Indonesia.

"Secara resmi kami tidak pernah tahu hal itu, jadi kami belum bisa berkomentar jauh," jelas Direktur Komunikasi KPPU Ahmad Junaidi saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Sabtu (17/4/2010).

Seperti diketahui, KPPU telah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) pada 4 Maret 2010 lalu dan saat ini prosesnya tengah berjalan. Kasasi tersebut terkait dengan kalahnya KPPU karena telah menggugat Carrefour.

Adapun kasasi tersebut diajukan karena pada saat itu Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan bahwa Carrefour tidak terindikasi terlibat praktek monopoli.

Maka itu, A Junaidi mengungkapkan bila langkah selanjutnya dalam menyikapi hal ini belum dipersiapkan. Pihaknya saat ini baru memfokuskan diri pada langkah hukum tersebut. "Kita tinggal tunggu saja," tandasnya.

Adapun hal ini berawal dari temuan KPPU yang didasarkan pada bukti yang ada menunjukkan bahwa Carrefour setelah mengakuisisi Alfa, telah memenuhi kualifikasi monopoli dan pososi dominan sebesar 57,99 persen di pasar pasokan barang/jasa di hypermarket dan supermarket serta terbukti menyalahgunakan monopoli tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Trans Corp dan Carrefour telah melakukan kerja sama strategis demi mendorong pertumbuhan dan penyediaan akses bagi seluruh konsumen di Indonesia akan produk-produk berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Dalam kerja sama strategis ini, Trans Corp telah melakukan pembelian 40 persen saham dari PT Carrefour Indonesia dan menjadi pemegang saham tunggal terbesar, sedangkan pemegang saham lainnya adalah Carrefour SA atau setara 39 persen, Carrefour Nederland BV setara dengan 9,5 persen dan Onesia BV setara dengan 11,5 persen.

Hal ini merupakan titik balik bagi sejarah bisnis di Indonesia di mana sebuah perusahaan swasta nasional mengambil alih sebagian kepemilikan dari perusahaan Multi Nasional (Carrefour adalah perusahaan 25 besar Fortune Global 500).

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini