JAKARTA - Kerap terjadinya ledakan trafo pada gardu induk (GI) listrik milik PT PLN (Persero) tak ayal mengakibatkan pemadaman listrik di sejumlah kawasan sekitar lokasi GI tersebut. Pasalnya, PLN tidak memiliki cadangan trafo di masing-masing GI tersebut.
Hal ini pun tentunya mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Setelah Juli lalu trafo di GI Muara Karang, Jakarta Utara meledak, Jumat 27 Agustus lalu baru saja kembali terjadi ledakan trafo di GI Pancalang, Kuningan, Jawa Barat.
Menanggapi sejumlah kasus ledakan trafo ini, Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu pun angkat bicara. Menurutnya, prosedur pengadaan barang atau dalam hal ini trafo PLN harus diperlonggar. Karena kalau tidak, lanjutnya, maka PLN akan kesulitan memperoleh cadangan trafo baru sebagai antisipasi terjadinya ledakan trafo yang terpasang.
"Prosedur pengadaan barang PLN harus diperlonggar, karena sekarang aturannya begitu rumit, sehingga PLN membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan trafo baru," ujar Said kepada okezone akhir pekan lalu di Jakarta.
Dia mengatakan, lamanya PLN memperoleh trafo baru ini karena dampak dari kondisi PLN beberapa tahun lalu di mana PLN masih memiliki kesulitan dana, sehingga sulit membeli trafo baru yang pada akhirnya cadangan trafo pun kurang. Selain itu, bebernya, persiapan proses pengadaan barang PLN ini masih panjang dan lama, sehingga ini pun harus dipercepat.
"Tapi sekarang kan cashflow (arus kas) PLN sudah lumayan bagus, jadi seharusnya sudah tidak masalah (untuk mempercepat pengadaan barang)," tukasnya.
Apalagi, tambahnya, PLN kini sudah bekerja sama (on line) dengan KPK dan BPK terkait pengadaan barang/jasa, sehingga PLN pun kini harus lebih transparan.
"Trafo ini kan bisa meledak kapan saja, jadi PLN harus memiliki trafo cadangan,"
pungkasnya.
Beberapa waktu lalu, Direktur Utama PLN Dahlan Iskan pun mengeluhkan karena pihaknya harus melalui proses tender terlebih dahulu untuk membeli trafo baru.
Sementara di sisi lain, PLN disebutkan tidak mempunyai trafo cadangan, sehingga sulit mengantisipasi bila terjadi gangguan atau ledakan trafo terpasang."Trafo sudah enggak ada cadangan lagi, makanya kalau jadi swasta saya ingin beli, enggak apa-apa bekas, untuk kondisi darurat untuk cadangan. Tapi di PLN kan enggak bisa begitu, harus ada tender terlebih dahulu," tandasnya.
Dilanjutkannya, tender pengadaan trafo tersebut saat ini sudah berjalan dan sudah ada pemenang tendernya. Di mana sudah ada enam trafo yang sudah terpasang sebelum Oktober.Trafo tersebut terletak di Gandul, Bekasi, Kembangan, Cibatu, Cilegon, dan Paiton. PLN pun menggunakan merek ABB dari swedia sebanyak satu buah, dari Prancis satu buah, Xi An dua buah, serta merek Shen Yang dua buah.Selain itu, trafo tersebut mempunyai kapasitas sebesar 400 megawatt (MW) dengan investasi masing-masing Rp67 miliar.
Namun, akibat ledakan trafo di GI Pancalang, Kuningan tadi malam, trafo yang semula akan dipasang di GI Bekasi, kini terpaksa harus dialihkan ke GI Pancalang, Kuningan.(adn)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.