Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lagi-lagi Rupiah Menuju ke Rp9.000

Widi Agustian , Jurnalis-Jum'at, 26 November 2010 |16:38 WIB
Lagi-lagi Rupiah Menuju ke Rp9.000
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Tren penguatan dolar Amerika Serikat (AS) tampak menekan mata uang lainnya. Alhasil, rupiah juga ambles menjajaki lagi level Rp9.000 per USD.

Rupiah, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada akhir perdagangan Jumat (26/11/2010) melemah ke Rp8.966 per USD, dibandingkan dengan posisinya pada akhir perdagangan kemarin di Rp8.958 per USD.

Sementara menurut yahoofinance, rupiah malah sudah menyentuh level Rp9.007,5 per USD, kisaran perdagangan harian adalah di Rp8.962,5-Rp9.012,5 per USD.

Tak hanya rupiah, euro juga tampak tertekan dan melemah atas dolar Amerika ke 1,3281 per USD. Begitu juga dengan yen yang melemah ke 83,8650 per USD.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih dalam risetnya mengatakan harga obligasi Irlandia dan Spanyol terus mengalami tekanan dan membuat mata uang dolar Amerika menguat terhadap euro.

Dia menjelaskan masalah utang di Irlandia dan sekarang Spanyol masih menjadi perhatian investor global. Harga obligasi Spanyol dan Irlandi turun setelah LCH Clearnet Ltd, menaikkan biaya perdagangan (cost of trading) dari utang Irlandia.

Imbal hasil obligasi Spanyol naik 11 bps dalam delapan hari terakhir, sedangkan Irlandia meningkat 18 bps dalam tiga hari terakhir. Tekanan tersebut memberikan keuntungan pada bursa Eropa, penguatan mata uang dolar AS, dan kenaikan harga minyak.

Bailout
yang diterima Irlandia senilai UDD113 miliar atau 85 miliar euro belum cukup kuat menenangkan pasar. Sentimen negatif terhadap krisis utang di Eropa juga menekan imbal hasil obligasi pemerintah Jerman yang naik sebesar 19 bps menjadi 6,37 persen. Volatilitas pasar ini juga merembet ke emerging market lain termasuk Indonesia.

(Widi Agustian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement