Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Proyek-Proyek BUMN di Timteng Dipastikan Mundur

J Erna , Jurnalis-Rabu, 02 Maret 2011 |17:06 WIB
Proyek-Proyek BUMN di Timteng Dipastikan Mundur
Menteri BUMN Mustafa Abubakar. Foto: Nurul Arifin/okezone
A
A
A

JAKARTA - Kementerian BUMN menyatakan tidak ada perubahan rencana kerja sejumlah BUMN karya yang memiliki proyek di Timur Tengah dan kawasan sekitarnya. Kendati demikian, pengerjaan proyek dipastikan mundur menyusul konflik politik yang melanda kawasan tersebut.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, evakuasi seluruh pekerja BUMN di negara yang sedang berkonflik sudah ditangani bersama. “Kami sudah konsolidasikan dan saya kira tidak ada perubahan rencana kerja,” kata dia di Jakarta, Rabu (2/3/2011).

Dia menjelaskan, konflik politik yang menyebar di negara kawasan Timur Tengah hanya memberi pengaruh terhadap penyelesaian proyek perusahaan pelat merah di sana. Pasalnya, sejumlah pekerja harus dipulangkan menyusul kondisi di negara itu yang dikhawatirkan membahayakan pekerja Indonesia.

Kendati demikian, menurut Mustafa, jika kondisi di sana sudah kembali normal, maka pekerja akan dikembalikan untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda. “Kita harapkan (kondisi di sana) bisa segera normal kembali,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Wika bersama dengan perusahaan lokal Libya, Solar Sahara Investment membangun mal senilai USD11,6 juta atau setara Rp104,4 miliar. Pembangunan mal milik World Islamic Council Society (WICS) tersebut mulai dikerjakan pada kuartal IV/2010 dan ditargetkan rampung pada akhir kuartal II/2011. Dalam proyek tersebut, Wika mendapatkan porsi mayoritas sebesar 70 persen dan sisanya 30 persen dimiliki Solar Sahara.

Sementara proyek PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang dalam proses penyelesaian di Oman ada dua proyek, yang dikerjakan oleh perusahaan patungan (joint venture/JV) Adhi, yakni Adhi Oman LLC. Kedua proyek tersebut, yakni Tilal Complex dan Shaden Al Hail.

Pembangunan Tilal Complex sudah dimulai sejak 2008 dengan nilai proyek mencapai Rp996 miliar, sedangkan Shaden Al Hail baru mulai dibangun pada awal 2009 dengan nilai proyek sekitar Rp700 miliar.

Sebelumnya Tilal Complex ditargetkan rampung pada semester II/2010, sedangkan Shaden paling lambat pada tahun ini. “Keduanya tinggal kurang dari lima persen. Diharapkan selesai tahun ini,” ungkap Sekretaris Perusahaan Adhi Kurnadi Gularso.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement