Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penumpang Naik 20%, PT KA Tambah Kereta Api

Yuni Astutik , Jurnalis-Jum'at, 22 April 2011 |08:49 WIB
Penumpang Naik 20%, PT KA Tambah Kereta Api
Ilustrasi: Kereta Api. Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - PT Kereta Api  (PTKA) memastikan akan ada lonjakan penumpang sekitar 20 persen karena libur panjang yang bertepatan dengan Hari Paskah.

"Ya, ada lonjakan sekitar 20 persen dari hari biasanya," ungkap Kepala Humas Daops I PT KA, Mateta Rizalulhaq saat dihubungi okezone di Jakarta, Kamis (21/4/2011).

Dijelaskannya, PTKA menyiapkan armada untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut. Salah satu kereta yang ditambah adalaha KA Argo Lawu dengan tujuan Jakarta-Solo. "Yang pasti hari ini yang ditambah yaitu kereta Argo Lawu jurusan Jakarta-Solo yang berangkat dari Gambir pukul 21.05 WIB. Itu untuk antisipasi penumpang yang mulai berangkat keluar kota malam ini," jelasnya.

Lebih jauh dijelaskannya, arah timur Jawa merupakan rute yang paling banyak dilalui saat musim liburan panjang. Adapun kota yang dituju biasanya adalah Solo, Malang, Surabaya. Dan untuk tiket perjalanan rute tersebut, dipastikan tidak mengalami kenaikan.

"Biasanya yang banyak ke timur. Solo Malang, Surabaya. Untuk tiketnya tetap. Kan kita ada harga batas bawah dan atas," terangnya.

Untuk pemesanan tiketnya, dirinya menyatakan jika para pembeli tersebut sudah banyak yang menggunakan fasilitas baru dari PTKA. Baik itu pembelian tiket via online maupun drive thru. "Iya, sudah mulai banyak yang beli tiket via online. Kalau drive thru juga sudah banyak. Namun baru ada di Gambir saja kan. Nanti dilihat sesuai kebutuhan masyarakat. Kalau semakin banyak akan di tambah fasilitasnya (drive thru)," pungkasnya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement