JAKARTA - Kinerja positif sejumlah emiten kakap rupanya belum mampu mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk bisa menutup akhir pekan sekaligus akhir bulan ini di lajur hijau. Sentimen negatif global dan aksi profit taking membuat IHSG tak mampu keluar dari zona negatif.
IHSG, Jumat (29/7/2011) sore ditutup turun 15,03 poin atau 0,36 persen ke 4.130,80. Indeks LQ 45 turun 3,22 poin ke 729,84 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 5,12 poin atau 567,12.
Volume perdagangan di akhir pekan ini tercatat sebesar 6,159 miliar lembar saham dengan nilai Rp5,716 triliun. Sebanyak 89 saham menguat, 188 saham melemah, dan 67 saham tidak mengalami perubahan harga. Investor asing rupanya masih bersikap positif dengan melakukan aksi beli hingga Rp275,340 miliar.
Bursa Asia masih diselimuti awan mendung di akhir perdagangannya meski ada beberapa bursa yang mulai menghijau seperti indeks Strait Times yang naik tipis 2,75 poin atau 0,09 persen ke 3.191,28. Sedangkan indeks Hang Seng turun 130,49 poin atau 0,58 persen ke 22.440,25 dan indeks Nikkei 225 turun 68,32 poin atau 0,69 persen ke 9.833,03.
Sementara itu, di bursa Eropa kompak berada di lajur merah di awal perdagangannya. Indeks FTSE 100 turun 34,44 poin atau 0,59 persen ke 5.838,54, indeks CAC 40 turun 23,70 poin atau 0,64 persen ke 3.688,96 dan indeks DAX turun 49,33 poin atau 0,69 persen ke 7.140,79.
Saham-saham yang bergerak menguat (top gainers) di antaranya PT Sarana Menara Infrastruktur Tbk (TOWR) naik Rp1.850 ke Rp12.700, PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI) naik Rp500 ke Rp30.500, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik Rp450 ke Rp31.700.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah (top lossers) di antaranya PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) turun Rp5.000 ke Rp335.000, PT Astra Internasional Tbk (ASII) turun Rp1.400 ke Rp70.350 dan PT Indo Tambangraya Tbk (ITMG) turun Rp650 ke Rp50.700.
(Andina Meryani)