JAKARTA - Menjelang akhir pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksikan akan kembali perkasa dengan kecenderungan menguat terbatas dalam perdagangan kali ini. Pasalnya berbagai sentimen positif berdatangan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.
Analis Pasar Modal Bapindo Securities, Arifin Hasudungan menuturkan sentimen yang berasal dari luar negeri di antaranya sikap daripada negara Jerman yang menyetujui usulan partai demokrat agar Yunani segera diberikan dana bailout lanjutan agar tidak terjadi default atau gagal bayar.
"Untuk kali ini IHSG akan berada dalam kisaran support di 3.480 dan resistance di 3.600," ungkap Arifin kepada okezone, Jumat (30/9/2011).
Terjadinya penurunan tingkat pengangguran di Jerman yang berada di luar ekkspektasi juga membuat sentimen positif perdagangan kali ini. Di mana ekspektasi awal tingkat pengangguran akan turun sebesar 8.000, namun ternyata turun sebanyak 26 ribu.
Di sisi lain Analis Pasar modal, Indosurya Securities Reza Priyambada menuturkan rebound-nya IHSG kali ini diakibatkan adanya aksi beli oleh investor lokal yang sudah melihat terdiskonnya harga-harga saham.
Di mana pelemahan yang terjadi sebelumnya bukan disebabkan oleh fundametal emiten tersebut namun lebih kepada sentimen global.
"Selain itu investor juga mencoba mengakumulasi saham sebagai antisipasi laporan keuangan kuartal-III 2011 dan rilis inflasi yang diperkirakan masih rendah," ungkap Reza.
Reza pun menambahkan dalam perdagangan kali ini ada potensi untuk menguat di mana selain sentimen dari eksternal cukup baik. Dari dalam negeri pun juga demikian, walaupun adanya teror bom dan isu reshuffle dalam pemerintahan Indonesia tidak terpengaruh terhadap pergerakan IHSG secara signifikan.
"Justru yang saya khawatirkan kalau kenaikan selama tiga hari berturut-turut ini dimanfaatkan oleh spekulan untuk profit taking. Kalau sudah demikian maka laju penguatan saham menjadi tertahan. Meski begitu IHSG saya perkirakan masih bisa rebound walapun terbatas di level support di 3.430-3.484 dan resistance di 3.566-3.600," pungkasnya.
Seperti diketahui, pada penutupan perdagangan, Kamis 29 September, investor asing tercatat kembali melakukan aksi jual sebesar Rp209,5 miliar. Dengan 3,539 miliar saham diperdagangkan dan nilai transaksi sebesar Rp3,699 triliun, tercatat sebanyak 113 saham menguat, 103 saham melemah, dan 87 saham stagnan.