Fajar Surya Wisesa Incar Produksi Kertas 1,07 Juta Ton/Tahun

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2013 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 10 278 910085 1bke7j9IiS.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) menargetkan volume produksi kertas meningkat 5,94 persen atau sekira 1,07 juta ton di tahun 2014 dibandingkan dari target volume produksi hingga akhir tahun ini sebesar 1,01 juta ton.

Manajer Keuangan Fajar Wisesa, Marco Hardy mengatakan, peningkatan volume produksi ini merupakan salah satu strategi perseroan untuk mendongkrak penjualannya di tahun depan.

"Dengan peningkatan volume produksi ini, kami berambisi dapat meraup angka penjualan sekira Rp5 triliun," ungkap Marco saat public expose di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (10/12/2013).

Marco menambahkan, penjualan di 2014 ini tumbuh sebesar 4,16 persen dibandingkan target penjualan tahun ini yang hanya mencapai Rp4,8 triliun. Dia mengungkapkan, target volume produksi pada tahun 2014 baru mencapai 90 persen dari kapasitas produksi terpasang saat ini yang sebesar 1,2 juta ton.

"Tahun depan volume produksi kita sekitar 1,07 juta ton, karena mesin produksi kita masih dapat diutilisasi lagi," paparnya.

Hal inipun didukung dengan pangsa pasar sebesar 30 persen, perseroan berkeyakinan dapat meraup target pendapatan pada tahun depan. Pasalnya sekitar 87 persen penjualan perseroan dihasilkan dari penjualan domestik, sementara 13 persen sisanya dihasilkan dari penjualan ekspor.

Marco menambahkan, penjualan untuk ekspor sedikit mengalami peningkatan sebesar 3 persen pada tahun depan, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi beban selisih kurs yang akhirnya menyebabkan rugi di kuartal tiga tahun ini sebesar Rp169,46 miliar.

Pada tahun ini, penjualan domestik menyumbang sebesar 90 persen dari total penjualan, sementara 10 persen sisanya dipasok untuk pasar ekspor.

Di samping menggenjot pasar ekspor dan memaksimalkan kapasitas produksi, perseroan kata Marco juga berniat untuk membangun pabrik baru di wilayah Surabaya, Jawa Timur. Saat ini perseroan baru memiliki satu pabrik dan 5 mesin produksi di wilayah Cikarang, Jawa Barat.

"Rencananya kami akan membangun satu pabrik lagi di tahun depan. Pembangunan pabrik baru ini sendiri akan diselesaikan secara bertahap dalam rentang waktu dua tahun," jelasnya.

Untuk investasi pembangunan pabrik, marco mengatakan, ini ditaksir mencapai USD165 juta atau sekitar Rp1,98 triliun. "Tahun depan mungkin cuma USD75 juta, nanti USD75 juta sisanya di tahun 2015," pungkasnya.(rez)

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini