Rupiah & IHSG Gonjang-Ganjing, FASW Batal Right Issue

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2013 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 10 278 910140 JJ2lQK3vbP.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) menyatakan akan menunda rencana penerbitan saham baru atau right issue. Hal ini akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuat tidak kondusif untuk melepas saham baru.

"Ini karena kondisi pasar masih belum baik," ujar Manager Keuangan FASW, Marco Hardy seusai public expose di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (10/12/2013).

Menurut Marco, kondisi IHSG belum kembali pada posisi yang baik seperti pada Mei 2013. Dia menjelaskan, pada saat Roadshow Mei lalu, kondisi pasar saham Indonesia sedang berjalan dengan baik. Sayangnya, selama beberapa bulan terakhir IHSG malah mencatat kinerja buruk.

Oleh karena itu, untuk melakukan right issue perseroan akan menunggu kondisi pasar kembali stabil, paling tidak sesuai dengan pertengahan awal tahun ini. "Pelaksanaan dilakukan kalau market ideal, seperti saat Mei lalu," jelas Marco.

Sekadar informasi, pada Mei 2013 FASW berencana menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). FASW akan menawarkan 412,98 juta saham baru setara 14,29 persen dari jumlah saham beredar.

FASW menetapkan harga pelaksanaan rights issue di Rp1.650-Rp3.000 per saham. Dari aksi itu FASW bisa meraih dana segar sebesar Rp681,41 miliar-Rp1,23 triliun.

Dana hasil right issue ini sebesar 50 persen akan digunakan membeli aset tetap dan tanah untuk ekspansi usaha, sekitar 35 persen untuk membayar pinjaman serta 13 persen untuk keperluan umum lainnya.

()

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini