Share

OJK Pasrahkan Merger SCMA-IDKM ke Ditjen Pajak

Dani Jumadil Akhir, Okezone · Senin 20 Januari 2014 08:34 WIB
https: img.okezone.com content 2014 01 20 278 928608 0iZEmQLRRZ.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pada 13 Desember 2013, Ditjen Pajak memutuskan menolak permohonan merger PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dengan PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM). Alasannya, aksi korporasi ini tidak memenuhi syarat formal.

Padahal, perseroan melampirkan semua dokumen yang diperlukan. Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan sudah menjalankan tugas sesuai kriteria pasar modal, meskipun ternyata merger tersebut masih terganjal izin dari pemerintah yakni DJP.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

"Itu kan otoritasnya masing-masing ya bukan otoritas kita, kalau OJK kan terkait dengan ketentuan-ketentuan pasar modal, nah kemudian masalah perpajakan otoritasnya ada di Ditjen Pajak yang punya kewenangan soal itu," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida di Jakarta, seperti dikutip Senin (20/1/2014).

Menurut Nurhaida, pihak SCTV dan Indosiar seharusnya mengikuti semua ketentuan yang ada baik di Ditjen Pajak dan termasuk ketentuan di pasar modal. "Semua kan corporate action jadi harus mengikuti semua ketentuan. Oleh karena itu pada saat sekarang yang terlihat itu adalah belum ada kesesuaian," tambahnya.

Dengan keadaan tersebut, Nurhaida menyerahkan kewenangan permasalahan perpajakan yakni Ditjen Pajak agar memproses lebih lanjut sesuai ketentuan otoritas masing-masing.

"Karena itu kan pembukuan dari sisi nilai harganya ya, kalau itu mungkin itu kewenangan perpajakan ya lebih baik ditanyakan ke Ditjen pajak. Kita lihat saja perkembangannya seperti apa. Sebagaimana kita ketahui bahwa oleh emitennya mereka sudah mengajukan ke pengadilan pajak ya. Tapi kita tentu lihat akan seperti apa," tutur Nurhaida.

Sebelumnya, Direktur Humas DJP, Krismantoro Petrus mengungkapkan pihaknya hanya tidak menyetujui jika proses merger yang dilakukan oleh dua perusahaan tersebut berdasar pada nilai buku dan bukan nilai pasar kedua perusahaan.

()

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini