Latar Belakang Pembangkit Listrik dari Bonggol Jagung

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 21 Juli 2014 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2014 07 21 19 1015898 v8CitT2tRb.jpg Latar belakang pembangkitl listrik dari bonggol jagung (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - PT PLN (Persero) secara resmi telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTB) pertama di Indonesia yang memanfaatkan tongkang atau bonggol jagung sebagai sumber energi utama untuk menggerakkan generator dan menghasilkan listrik.

Menteri BUMN, Dahlan Iskan pada Senin 21 Juli 2014 siang, disaksikan Direktur (Operasi Indonesia Timur) PLN Vickner Sinaga dan Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim serta GM PLN SUluttenggo, Santoso Januwarsono, meresmikan PLTB Tongkang Jagung berkapasitas 500 kilo Watt (kW) yang berlokasi di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo dan Provinsi Gorontalo.

Menurut GM PLN Suluttenggo, Santoso Januwarsono, ide awal untuk pembangunan PLTB di Gorontalo ini adalah atas challenge yang diberikan oleh Direktur (Operasi Indonesia Timur) PLN, Vickner Sinaga sekitar 2 tahun lalu kepada PLN Gorontalo untuk memikirkan bagaimana caranya untuk bisa menghasilkan listrik dengan melihat potensi lokal yang banyak tersedia di Gorontalo.

"PLTB Pulubala ini, menjadi salah satu upaya nyata PLN untuk menggunakan kearifan lokal berupa pemanfaatan potensi tongkol jagung yang banyak tersedia di propinsi Gorontalo menjadi salah satu sumber energi listrik, dimana propinsi Gorontalo selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Indonesia," ucap Santoso dalam siaran persnya, Senin (21/7/2014).

"Selain itu, kehadiran PLTB ini tentunya adalah bagian dari upaya PLN untuk memanfaatkan potensi energi alternatif selain Bahan Bakar Minyak (BBM)," sambungnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim atas nama Pemerintah Propinsi Gorontalo dan mewakili penduduk Gorontalo mengucapkan terima kasih kepada PLN atas kehadiran pembangkit baru di daerahnya, terutama karena ikut memanfaatkan potensi pertanian yang dimiliki daerahnya.

"Pemerintah dan Masyarakat Gorontalo patut bersyukur atas beroperasinya PLT Biomassa Pulubala ini, karena dengan demikian pasokan listrik di Gorontalo dapat bertambah. Pemerintah mengapresiasi atas upaya PLN dalam menghadirkan pembangkit listrik baru di Gorontalo yang menggunakan tongkol jagung sebagai bahan utama energinya" jelas Idris.

Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan bahwa PLTB Pulubala merupakan awal dari hadirnya pembangkit-pembangkit biomassa di Indonesia.

"PLTB Pulubala ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan tingkat kebutuhan listrik masyarakat kita. Tapi tidak masalah, karena nantinya akan dibangun lebih banyak lagi pembangkit listrik biomassa yang kapasitasnya bervariasi, mulai dari 500 kW bahkan hingga di atas 1 mw. Tidak itu saja, bahan bakarnya pun bisa dari apa saja, tidak terbatas tongkang jagung, tapi dari cangkang sawit, pelepah kayu dan sebagainya" ujar Dahlan.

Secara khusus Dahlan, menyampaikan apresiasinya kepada tujuh anggota Tim dari PLN Area Gorontalo yang berhasil membangun PLTB yang memanfaatkan tongkol jagung ini. "Saya bangga, ternyata putra-putra terbaik di PLN sudah mampu membuat mesin pembangkit listrik tenaga biomassa" lanjut Dahlan Iskan.

Saat ini sekitar 7,76 persen tingkat pertumbuhan ekonomi di Gorontalo, di mana 11,36 persen pertumbuhan kebutuhan listrik setiap tahunnya. Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik di Gorontalo jika menggunakan BBM adalah Rp2.900 per kwh sedangkan jika menggunakan PLTB Tongkol Jagung ini, BPP dapat ditekan menjadi Rp1.058/kwh.

Beban listrik di Gorontalo saat ini mencapai 78 MW untuk melayani 187 ribu pelanggan, di antaranya 70 ribu pelanggan di seluruh propinsi Gorontalo telah menggunakan layanan listrik prabayar. Saat ini listrik di Gorontalo telah terhubung dalam sistem interkoneksi 150 kv Sulutgo (Sulawesi Utara - Gorontalo).

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini