Share

CT Cs Evaluasi Infrastruktur Mudik 2014

Selfiani Hasanah, Okezone · Senin 11 Agustus 2014 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 11 320 1022813 YVRPaLYWNO.jpg Menko Perekonomian Chairul Tanjung. (Foto: Okezone)

JAKARTA -  Pemerintah di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengadakan evaluasi arus mudik dan arus balik yang terjadi selama Lebaran kemarin. Evaluasi yang dilakukan, menyangkut infrastruktur dan transportasi.

Rakor bersama ini diadakan oleh Menko Bidang Perekonomian Chairul Tanjung dengan beberapa menteri seperti Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menteri Keuangan Chatib Basri dan Kepala Bappenas Armida Alisjahbana.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Biasanya persiapan untuk Lebaran itu kan beberapa bulan sebelumnya, nah yang kita inginkan dari hasil pantauan kemarin, ada evaluasi Lebaran dan langkah-langkah yang harus dilakukan, itu setahun sebelumnya," kata dia saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (11/8/2014).

"Karena ini menyangkut infrastruktur yang harus dibuat, dan itu panjang waktunya," tambah dia.

Dia memaparkan, dalam kajian kali ini ada beberapa langkah pembangunan infrastruktur yang sudah disepakati, seperti penyeberangan Bakauheni.

"Pertama untuk pelabuhan Bakauheni infrastruktur sudah memadai itu hanya diperlukan peningkatan kapasitas yang cukup. Jadi yang kita inginkan itu peningkatan kapasitasnya itu dikaji dan diperluas," tutur dia..

Selain Bakauheni, dia mengatakan infrastruktur lain yang sudah disepakati pembangunannya adalah yaitu Merak. Menurut CT, lokasi Merak saat ini sudah tidak lagi memadai.

"Tapi mencari lokasi baru juga bukan sesuatu yang mudah. Kementerian PU ditugaskan untuk membuat feasibility study untuk memindahkan terminal Merak ke tempat yang jauh lebih baik dan lebih memadai," tambahnya.

Meski demikian, dia mengatakan sambil menunggu terminal tersebut dibangun, Merak harus dioptimalkan agar tidak terjadi lagi penumpukan truk dan penimpangan di dua pelabuhan tersebut.

"Pertama dengan melakukan pengerukan pelabuhannya agar kapal-kapal besar bisa mendarat di semua dermaga yang ada, sambil menunggu terminal baru yang memadai," tutupnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini