Share

BI Imbau Masyarakat Bijak Berbelanja Jelang Puasa

ant, Jurnalis · Selasa 21 April 2015 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 21 20 1137558 bi-imbau-masyarakat-bijak-berbelanja-jelang-puasa-GAeoy4Q1WH.jpg Gedung Bank Indonesia. (Foto: Okezone)

BENGKULU - Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat untuk bijak dalam berbelanja khususnya kebutuhan pokok dengan tidak berlebihan, menjelang Ramadan 1436 Hijriah.

"Juni sudah mulai memasuki bulan puasa, tetapi kebiasaan masyarakat, jelang bulan puasa biasanya sudah mulai berbelanja bahan pokok dengan jumlah berlebih," kata Kepala BI Perwakilan Provinsi Bengkulu, Bambang Himawan di Bengkulu, Selasa (21/4/2015).

Dia mengatakan, selama triwulan II-2015 ini, diprediksi Bengkulu mengalami inflasi karena faktor konsumsi, yaitu kebiasaan masyarakat menyambut bulan puasa.

"Tetapi kita tidak ingin angka inflasi melonjak tinggi, oleh karena itu harus bisa menekan angka konsumsi sehingga diimbau masyarakat berbelanja seperlunya saja," kata dia.

Selain itu, pemerintah daerah perlu membiasakan masyarakat mengkonsumsi berbagai macam bahan pokok alternatif, tidak harus bertumpu pada satu komoditas saja, seperti beras.

"Dalam waktu dua bulan ke depan, tim TPID berupaya melakukan diversifikasi makanan, jadi tidak membebankan pada satu komoditas seperti beras saja, bisa ubi, ganyong atau jagung," katanya.

Sementara itu, BI Bengkulu juga memprediksi inflasi daerah tersebut pada April berkisar pada angka 0,1-0,5 persen (bulan ke bulan).

"Memang Januari dan Februari mengalami deflasi, namun karena adanya perubahan harga bahan bakar minyak, memberi pengaruh harga bahan pokok di Bengkulu sehingga membuat inflasi pada Maret, dan kita perkirakan pada April ini juga mengalami inflasi," kata Deputi Kepala Perwakilan Keuangan BI Bengkulu, Christin Sidabutar.

Tercatat sejumlah bahan pokok seperti beras dan cabai mengalami penurunan harga, tetapi biaya transportasi mengalami kenaikan. Hal itu tetap memberi pengaruh besar terhadap harga bahan pokok yang dijual di pasar daerah itu.

"Jika pola konsumsi masyarakat tetap memberikan tekanan, apalagi jelang dan saat puasa nanti maka kemungkinan harga sejumlah komoditas akan kembali naik, maka berdampak pada angka inflasi, bisa saja naik untuk bulan Juni dan Juli, pola inflasi setiap tahunnya memang selalu naik jika jelang dan saat puasa," ujarnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini