Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dana Pendidikan Plus Infrastruktur Lebih Rendah dari BBM

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Jum'at, 31 Oktober 2014 |13:12 WIB
Dana Pendidikan <i>Plus</i> Infrastruktur Lebih Rendah dari BBM
Ilustrasi SPBU milik Pertamina. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Penetapan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan dilakukan sebelum 2015. Adapun besaran angka kenaikan, akan ditetapkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Yang menentukan angka bukan Menteri ESDM," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di Kantor SKK Migas, City Plaza, Jumat (31/10/2014).

Menurut dia, dalam lima tahun terakhir Indonesia telah mengeluarkan Rp1.300 triliun untuk subsidi BBM. "Sementara untuk spending kesejahteraan termasuk pendidikan hanya Rp600 triliun," jelas dia.

http://index.okezone.com/read/2014/10/31/19/1059292/puan-kumpulkan-5-menteri-bahas-kartu-kompensasi-bbm

Meski digabung dengan infrastruktur, maka anggaran yang dikeluarkan pemerintah hanya Rp1.200 triliun. Untuk itu, pihaknya menginginkan agar anggaran subsidi BBM tersebut bisa dialihkan ke pada sektor lain.

"Subsidinya yang dibakar secara tidak produktif itu melebihi yang seharusnya bisa dipakai untuk bangun jembatan, puskesmas, irigasi, kesehatan. Jadi yang akan kita lakukan adalah menggeser subsidi yang tadinya konsumtif jadi produktif," jelasnya.

Menurutnya, hal itu dilakukan dengan tujuan supaya ekonomi Indonesia bisa dibangun. "Kalau hanya dilekatkan pada produk kemudian dibakar di jalanan, rasanya masih banyak orang yang lebih berhak," tukasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement