Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BI Waspadai Tekanan Berat dari Rusia

Raisa Adila , Jurnalis-Selasa, 16 Desember 2014 |15:40 WIB
BI Waspadai Tekanan Berat dari Rusia
BI Waspadai Tekanan Berat dari Rusia (Ilustrasi: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) saat ini mencermati kejadian perekonomian Rusia yang sedang mengalami tekanan berat. Hal ini bertujuan agar Indonesia bisa mengantisipasi kejadian yang mungkin dapat terjadi di negeri ini.

"Rusia alami tekanan berat. Harga minyak rendah, makanya jadi tekanan," kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswawa di Kementerian Keuangan, Selasa (16/12/2014).

Mirza mengatakan, pelemahan mata uang Rusia dan juga harga minyak yang rendah membuat negara tersebut terpaksa menaikkan policy rate-nya sebesar 650 basis poin. Selain itu, pendapatan Rusia yang terbesar berasal dari minyak sehingga menekan cukup dalam.

"Ini memang membuat dampak pada emerging market. Nah, Indonesia kan termasuk dalam emerging market," kata dia.

Rusia hari ini menaikkan tingkat suku bunga menjadi 17 persen dari 10,5 persen. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi sejak 1998. Pengumuman ini cukup mengejutkan, karena dilakukan secara mendadak. Demikian dikutip dari Bloomberg, Selasa (16/12/2014).

Bank Sentral Rusia menjelaskan kenaikan itu dilakukan untuk menjaga mata uangnya, Rubel, yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pada 1998, kenaikan tingkat suku bunga acuan mencapai 100 basis poin. Pemerintah Rusia juga sempat gagal bayar utangnya akibat tingkat suku bunga yang terlalu tinggi.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement