Hariyadi bahkan menyebut, mata uang Garuda ini sempat diperdagangkan di level Rp13.000 per USD di negara Singapura.
"Tapi ketenangan kita juga sangat diperlukan untuk hadapi situasi ini," ucapnya.
Seperti diketahui, guna menjaga stabilisasi Rupiah, maka Bank Indonesia (BI) telah melakukan intervensi di pasar valuta asing (valas).
"Yang sudah kita lakukan memantau dan melakukan intervensi di pasar valas, agar pergerakan sejalan dengan fundamental dan dampak penguatan dolar terus terjaga," kata Deputi BI, Perry Warjiyo.
Selain itu,Perry mengatakan bahwa BI telah melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder. Ini juga dilakukan untuk penanggulangan dari penguatan dolar Amerika Serikat (USD).
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.