Beberapa petani pun tertarik bergabung dengan koperasi ini setelah mendengar bahwa anggota Klasik meraih pendapatan lebih banyak. Di sebuah gubuk di gunung di atas desa Cempaka Mulia, petani Ayi Sutedja, yang sempat bekerja sebagai tukang listrik, menyebut kopi sebagai “keajaiban.”
Meski demikian, membangun pasar kopi khusus tidak akan mudah. Masalah pertanian dan kebiasaan pemrosesan yang tidak layak menjadi hambatan produksi biji kopi berkualitas dan menjadikan Indonesia pasar yang lebih berisiko, kata pengamat industri. Seperti negara penghasil kopi lainnya, sebagian besar pertanian kopi di Indonesia dilakukan oleh sekelompok petani kecil yang harus berhubungan dengan pedagang besar atau tengkulak untuk memasarkan kopinya.
Moelyono Soesilo, direktur pemasaran dan pembelian eksportir kopi di PT Taman Delta Indonesia dan anggota Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), mengaku ada masalah dengan kualitas kopi negara ini. Ia mengatakan perusahaannya bekerja sama dengan petani untuk meningkatkan kualitas, sementara AEKI fokus mempromosikan kopi Indonesia ke negara berkembang seperti Timur Tengah. (Oleh Sara Schonhardt).
Artikel ini pertama kali dipublikasikan di Wall Street Journal.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.