JAKARTA – Jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501 dirasa tidak akan mempengaruhi traffic penumpang maskapai tersebut. Namun, penerapan low cost yang mampu mempengaruhi terutama jika dikaitkan dengan manajemen waktu yang dirasa menjadi salah masalah sektor bisnis maskapai di Indonesia.
"Low cost terkait manajemen waktu yang masih berantakan di industri penerbangan Indonesia. Sistem jadwal kerja awak pesawat belum maksimal, akibatnya kru letih tidak fokus sehingga traffic penerbangan mereka menjadi terbatas," papar praktisi bisnis Rhenald Kasali kepada Okezone di Jakarta,Rabu (31/12/2014).
Rhenald menjelaskan, peraturan di bandara yang juga tidak memberikan ketentuan manajemen waktu dengan baik kepada para pekerja maskapai turut mempengaruhi perkembangan industri penerbangan di Indonesia.
"Maka pihak bandara seharusnya memberikan waktu bagi pihak manajemen maskapai agar para pekerja maskapai tidak mengalami keletihan. Hal tersebut karena seharusnya ada aturan batas maksimal pekerja maskapai itu hanya delapan jam, namun sekarang mereka bisa kerja selama 12 jam," tandasnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.