"Karena premium itu memang benar-benar melengkapi kebutuhan hidup bagi masyarakat. Tetapi menurut saya, seharusnya orang yang memiliki kendaraan sudah tahu konsekuensi pendapatan yang harus dikeluarkan dalam menggunakan kendaraan," ungkap Perencana Keuangan Safir Senduk kepada Okezone di Jakarta,Kamis (1/12/2014).
Menurut Safir, masyarakat dapat memberlakukan sistem pembatasan penggunaan pemakaian BBM guna menghindari pengeluaran yang terlalu besar,akibat ketidakstabilan harga minyak yang mempengaruhi harga BBM.
"Mungkin seharusnya orang yang berpenghasilan tinggi, tidak terlalu masalah harga BBM-nya naik turun. Tetapi untuk penghasilan yang pas-pasan, bisa mengurangi kebiasaan pemakaian. Misalnya yang biasa melakukan perjalanan 10 kali bisa ditekan menjadi tujuh sampai delapan kali saja," imbuhnya.
Di sisi lain, dia mengatakan moda transportasi di Indonesia juga harus dibenahi secara baik. Dengan demikian, maka dapat menarik masyarakat menggunakan transportasi umum.
"Saya selalu iri dengan negara lain karena transportasi umumnya bagus. Salah satunya Mass Rapid Transit (MRT). Sehingga, masyarakatnya banyak yang merasa tidak perlu menggunakan kendaraan pribadi," katanya.
"Kebanyakan orang Indonesia menggunakan kendaraan pribadi, karena malas dengan transportasi umum," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.