JAKARTA - Kenaikan Elpiji 12 kg dikatakan dapat menjadi bom waktu jika tidak berhati-hati. Sebab, kenaikan tersebut akan menambah permasalahan, terlebih persoalan Bahan Bakar Minyak (BBM) dirasa masih belum selesai.
"Masalah kan tidak berhenti-henti. Jangan sampai Elpiji jadi bom waktu deh," kata Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri saat ditemui di Kementerian ESDM, Rabu (7/1/2015).
Faisal melanjutkan, bahwa permasalahan BBM masih belum selesai saat ini. Dengan kenaikan Elpiji memang dapat menjadi beban masyarakat. "BBM belum selesai, sudah ada Elpiji (naik)," kata dia.
Menurutnya, terkait minyak dan gas tersebut seharusnya perlu dikaji lebih dalam agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar beberapa tahun mendatang. "Jangan sampai nanti lima tahun lagi BBM ada masalah lagi," tambah dia.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.