"Ya kita kalau hanya kebijakan jangka menengah panjang bagaimana menjaga current account defisit, itu saja," sebutnya.
Bambang menjelaskan, pihak Bank Indonesia saat ini 'sengaja' melemahkan nilai tukar Rupiah agar memperbaiki CAD.
"Pasti, itu adalah reaksi spontan, kalau current account defisit melebar, pasti nilai tukarnya melemah, karena saat nilai tukarnya melemah diharapkan current account defisitnya membaik," imbuhnya.
Bambang memperkirakan, CAD Indonesia hingga semester I-2015 masih diangka 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Perkiraan kita, karena kita masih ada kebutuhan impor, pembangunan infrastruktur, kemungkinan masih sekitar tiga persen terhadap PDB," tukasnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.