Share

Waspadai Lima Hambatan Pasar Properti di 2015

Meutia Febrina Anugrah, Jurnalis · Jum'at 27 Maret 2015 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2015 03 27 470 1125048 waspadai-lima-hambatan-pasar-properti-di-2015-NhaCG0bbjh.jpg Waspadai Lima Hambatan Pasar Properti di 2015 (foto : Ilustrasi/Okezone)

JAKARTA - Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun 2015 justru dianggap sebagai tahun yang harus diwaspadai oleh para pelaku industri properti. Semakin ketatnya persaingan dan pasar yang melemah menjadi warning tersendiri di tahun ini.

Pengamat Properti dari Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengingatkan ada setidaknya lima hambatan yang harus dihadapi para pelaku properti di negeri ini.

"Pertama yaitu terkait isu perpajakan di sektor properti sedikit banyak menggangu motif pembelian properti khususnya di segmen menengah atas. Kedua, kondisi politik dan gejolak ekonomi membuat sebagian besar pasar bereaksi untuk menunda pembelian properti," kata dia yang dilansir dari laman IPW, Jumat (27/3/2015).

Sementara hambatan yang ketiga adalah adanya wilayah-wilayah yang terindikasi adanya koreksi harga pasar karena pembelian properti di harga yang sudah terlalu tinggi sehingga menyisakan sedikit trauma bagi konsumen.

Yang keempat adalah kondisi politik dan gejolak ekonomi membuat sebagian besar pasar bereaksi untuk menunda pembelian properti, dan yang terakhir adalah pengembang yang akan dihadapkan dengan terjadinya seleksi alam untuk proyek-proyek yang salah sasaran atau latah.

Melihat lima hambatan yang bakal dihadapi para pelaku pasar properti ini, dirinya berharap pemerintah dalam jangka panjang pemerintah harus dapat merealisasikan beberapa program infrastrukturnya untuk dapat membuat pasar properti tetap sustain.

"Namun demikian, IPW juga mengingatkan pemerintah akan pentingnya untuk segera dibentuk bank tanah yang akan menjadi instrumen pengendalian harga tanah. Tanpa adanya konsep bank tanah yang jelas, maka harga tanah akan menjadi semakin tidak terkendali dan program sejuta rumah tidak akan berjalan optimal," tutup dia.

(mfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini